Kamis 21 May 2026 18:33 WIB

Turki Siapkan Pesawat Evakuasi Relawan Global Sumud Flotilla dari Israel

Menlu Turki menyatakan yang akan dievakuasi dari WN Turki dan dari negara lain.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kiri) dan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan menghadiri pertemuan di New Delhi, India, 09 September 2023.
Foto: EPA-EFE/MICK TSIKAS
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kiri) dan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan menghadiri pertemuan di New Delhi, India, 09 September 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA – Pemerintah Turki mengatakan pihaknya mengirim penerbangan sewaan ke Israel untuk memulangkan aktivis Global Sumud yang diculik Israel. Hal ini dinyatakan sehari setelah Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Itamar Ben Gvir memicu kemarahan internasional dengan video yang merendahkan para aktivis tersebut.

“Kami berencana membawa warga negara kami dan peserta dari negara ketiga ke Turki melalui penerbangan charter khusus yang akan kami selenggarakan hari ini,” kata Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan dalam sebuah pernyataan pada Kamis.

Baca Juga

Fidan tidak mengatakan berapa banyak aktivis yang akan diterbangkan ke Turki, namun media Turki melaporkan bahwa 78 warga negara Turki termasuk di antara para tahanan.

Menteri luar negeri mengatakan Turki berupaya “menjamin keselamatan warga negara kami yang ditahan setelah intervensi yang melanggar hukum terhadap Armada Sumud Global, dan untuk memfasilitasi kepulangan mereka dengan aman ke Turki.”

Sebelumnya, Spanyol juga menyatakan 44 aktivis Spanyol akan dideportasi dari Israel melalui Turki hari ini.

Sementara Israel dilaporkan telah membebaskan ratusan aktivis yang berusaha melanggar blokade laut Israel di Gaza dan sedang dalam proses mendeportasi mereka, menurut sebuah organisasi hukum yang bekerja dengan armada tersebut.

photo
Kondisi para peserta Global Sumud Flotilla yang diculik Israel setibanya di Pelabuhan Ashdod, Rabu (20/5/2026). - (X)

Kelompok advokasi hukum yang berbasis di Israel, Pusat Hukum untuk Hak-Hak Minoritas Arab di Israel, atau Adalah, mengatakan bahwa sebagian besar dari sekitar 430 aktivis internasional sedang transit ke bandara sipil dekat kota paling selatan Eilat untuk dideportasi.

Namun dikatakan bahwa sidang pengadilan saat ini sedang berlangsung di Pengadilan Magistrate Ashkelon untuk salah satu peserta armada, Zohar Regev, yang memiliki kewarganegaraan Israel.

Adalah mengatakan Regev ditahan atas “tuduhan yang tidak berdasar dan kontradiktif” termasuk “’masuk secara ilegal ke Israel,’ ‘tinggal di luar hukum,’ dan karena upaya untuk mematahkan blokade di Gaza.”

Kelompok hukum tersebut mengatakan tuduhan tersebut “tidak masuk akal” karena Regev “diculik secara paksa” di perairan internasional dan “dibawa ke wilayah Israel sepenuhnya di luar keinginannya.”

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement