Kamis 21 May 2026 18:33 WIB

Indonesia Gunakan Jalur Negara Sahabat untuk Bantu WNI di Global Sumud Flotilla

Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik langsung dengan Israel.

Kondisi para peserta Global Sumud Flotilla yang diculik Israel setibanya di Pelabuhan Ashdod, Rabu (20/5/2026).
Foto: X
Kondisi para peserta Global Sumud Flotilla yang diculik Israel setibanya di Pelabuhan Ashdod, Rabu (20/5/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan pemerintah tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel sehingga tidak memungkinkan menjalin komunikasi langsung terkait upaya pemulangan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla.

“Kalau jawabannya detail komunikasi langsung dengan Israel, kita tidak punya hubungan diplomatik dengan Israel,” kata Juru Bicara I Kemlu RI Yvonne Mewengkang dalam pengarahan media di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Baca Juga

Yvonne menjelaskan upaya pelindungan dan pemulangan sembilan WNI yang ditangkap militer Israel dilakukan melalui seluruh jalur diplomatik yang dimiliki Indonesia.

Meski tidak merinci seluruh langkah diplomasi yang ditempuh, Yvonne menegaskan pemerintah telah berkomunikasi dengan sejumlah negara sahabat yang memiliki akses kepada Israel.

Selain itu, Menteri Luar Negeri RI Sugiono juga disebut telah berkoordinasi dengan mitra-mitranya, seperti Turki dan Yordania, yang warganya turut tergabung dalam misi pelayaran kemanusiaan menuju Jalur Gaza tersebut.

“Kami akan terus mengupayakan seluruh jalur komunikasi, termasuk melalui negara sahabat yang memiliki akses kepada Israel, termasuk tim hukum atau sekretariat Global Sumud Flotilla serta pihak-pihak lain yang dapat membantu memastikan keselamatan, akses komunikasi, dan proses pembebasan WNI,” ujar Yvonne.

 

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement