Kamis 21 May 2026 13:40 WIB

Aktivis Global Sumud Flotilla Dipaksa Bertekuk Lutut ke Israel, Indonesia Mengecam Keras

Kemlu menilai tindakan Israel armada GSF sebagai pelanggaran hukum internasional.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Teguh Firmansyah
Kondisi para peserta Global Sumud Flotilla yang diculik Israel setibanya di Pelabuhan Ashdod, Rabu (20/5/2026).
Foto: X
Kondisi para peserta Global Sumud Flotilla yang diculik Israel setibanya di Pelabuhan Ashdod, Rabu (20/5/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Indonesia mengecam tindakan tak manusiawi pasukan Israel terhadap para partisipan dan aktivis Global Sumud Flotilla (GSF). Video yang memperlihatkan perlakuan pasukan Israel tersebut telah viral di media sosial.

"Indonesia mengutuk tindakan yang tidak manusiawi terhadap relawan Global Sumud Flotilla 2.0 yang dilakukan oleh Israel. Tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan," kata Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI lewat akun X resminya, Kamis (21/5/2026).

Baca Juga

Kemlu RI menekankan bahwa tindakan militer Israel terhadap armada GSF dan relawan yang tergabung di dalamnya adalah pelanggaran nyata terhadap hukum internasional. "Pemerintah Indonesia terus fokus melakukan berbagai upaya untuk membebaskan seluruh WNI yang ditangkap," katanya.

Kemlu RI mengungkapkan, sejak awal keberangkatan armada GSF, pihaknya bersama perwakilan RI terkait telah melakukan koordinasi erat dengan berbagai pihak guna memastikan keselamatan dan perlindungan WNI.

"Perlindungan WNI merupakan prioritas utama. Pemerintah Indonesia akan terus mengawal proses pembebasan hingga seluruh WNI dapat kembali dengan selamat ke tanah air secepatnya," katanya.

Video yang memperlihatkan tindakan brutal pasukan Israel terhadap para aktivis dan partisipan GSF telah viral di media sosial. Dalam video yang beredar, tampak tentara Israel menggelandang para partisipan GSF dengan mencengkeram tengkuk atau menjenggut rambut mereka.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement