Kamis 21 May 2026 12:17 WIB

Wartawan Senior Republika Wafat, Pelayat Banjiri Pemakaman

Sosok Joko Sadewo dikenang sebagai wartawan senior yang hangat dan peduli sesama.

Rep: Muhyiddin/ Red: Gita Amanda
Redaktur Pelaksana Republika Joko Sadewo
Foto: Republika/Thoudy Badai
Redaktur Pelaksana Republika Joko Sadewo

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Langit Parung Bingung, Kecamatan Limo, Kota Depok, tampak cerah ketika jenazah wartawan senior Republika, Joko Sadewo, tiba di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Parung Bingung, Kamis (21/5/2026) pagi. Namun, area pemakaman pagi itu diselimuti suasana duka.

Sejak pukul 08.00 WIB, pelayat terus berdatangan. Rekan sesama jurnalis, sahabat lama, hingga warga sekitar memadati area pemakaman untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang akrab disapa Bos Dewo itu.

Baca Juga

Joko Sadewo wafat pada Rabu (20/5/2026) sekitar pukul 19.11 WIB. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, terutama bagi rekan-rekan yang selama ini mengenalnya sebagai pribadi hangat dan selalu hadir ketika orang lain mengalami kesulitan.

Di antara pelayat, suasana haru tak terbendung. Beberapa tampak menundukkan kepala ketika prosesi pemakaman berlangsung. Ada pula yang sesekali menyeka air mata sambil mengenang kebersamaan bersama almarhum.

“Kayak nggak percaya, seharusnya Bos Dewo yang di sini. Biasanya dia selalu ada kalau teman-teman kena musibah, kayak nggak percaya,” ujar Rizal, salah satu pelayat, dengan suara bergetar.

Bagi banyak koleganya, Joko Sadewo bukan hanya wartawan senior. Ia juga dikenal sebagai sosok yang terbuka kepada wartawan muda dan ringan tangan membantu siapa pun yang membutuhkan.

Di lingkungan kerja, almarhum dikenal aktif berdiskusi dan memiliki perhatian besar terhadap isu-isu politik. Tak sedikit wartawan muda yang mengaku pernah mendapatkan arahan, masukan, bahkan dukungan moral darinya ketika menghadapi tekanan pekerjaan.

Karangan bunga juga tampak berjajar di sekitar rumah duka. Satu per satu pelayat berdatangan untuk berdoa hingga proses pemakaman selesai. Mereka memanjatkan doa sebelum perlahan meninggalkan lokasi dengan wajah penuh kehilangan.

Kepergian Joko Sadewo menjadi duka bagi keluarga besar Republika dan dunia jurnalistik Indonesia. Sosoknya dikenang bukan hanya karena karya-karyanya, tetapi juga karena kepeduliannya kepada sesama.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement