Rabu 20 May 2026 16:03 WIB

Bupati Bandung Barat Kecam Tindakan Penculikan Dua Jurnalis Republika oleh Tentara Israel

Jeje berharap WNI yang sedang menjalankan misi kemanusiaan itu segera dibebaskan.

Rep: Ferry Bangkit Rizki/ Red: Mas Alamil Huda
Massa dari berbagai organisasi dan elemen masyarakat menggelar aksi menyerukan pembebasan aktivis kemanusiaan yang di dalamnya terdapat sejumlah jurnalis di antaranya dari Republika yang diculik Zionis Israel dalam missi Global Sumud Flotilla (GSF), di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa (19/5/2026).
Foto: Edi Yusuf
Massa dari berbagai organisasi dan elemen masyarakat menggelar aksi menyerukan pembebasan aktivis kemanusiaan yang di dalamnya terdapat sejumlah jurnalis di antaranya dari Republika yang diculik Zionis Israel dalam missi Global Sumud Flotilla (GSF), di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa (19/5/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail mengecam keras tindakan tentara Zionis Israel yang menculik sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang berpartisipasi dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF). Kapal yang ditumpangi mereka diintersep di perairan internasional.

Dari kesembilan WNI yang kini ditahan Israel, dua di antaranya merupakan jurnalis Republika, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai. Saat diintersepsi pasukan Israel di perairan Mediterania Timur, Bambang menumpangi kapal Bora Alize. Sementara Thoudy berada di kapal Kasr-1.

Baca Juga

Selain mereka, terdapat dua jurnalis lainnya yang turut diculik Israel, yakni Andre Prasetyo Nugroho dan Rahendro Herubowo. Andre merupakan jurnalis Tempo. Sementara lima WNI sisanya merupakan aktivis kemanusiaan. Mereka adalah Hendro Prasetyo, Andi Angga, Ronggo Wirasanu, Herman Budianto, dan As'ad Aras.

"Saya Jeje Ritchie Ismail Bupati Bandung Barat mengecam keras tindakan penangkapan dan penahanan yang dilakukan tentara zionis Israel terhadap Warga Negara Indonesia. Termasuk sejumlah jurnalis yang turun mengikuti misi kemanusiaan menuju Gaza dalam rangkaian Global Sumud Flotilla," kata Jeje, Rabu (20/5/2026).

Jeje berharap WNI yang sedang menjalankan misi kemanusiaan itu segera dibebaskan Pasukan Israel dan kembali ke Tanah Air dalam kondisi aman dan selamat.

"Kami menyampaikan solidaritas serta dukungan moral kepada WNK yang saat ini dilaporkan ditahan. Di antarnya ada Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, jurnalis Republika. Di tengah situasi konflik, tugas kemanusiaan dan kebebasan pers merupakan hal yang barus dihormati dan dilindungi," ujar Jeje.

Sebelumnya diberitakan Republika, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengungkapkan telah menerima laporan bahwa sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang berpartisipasi dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) telah diculik pasukan Israel. Saat ini Pemerintah RI sedang memaksimalkan upaya guna memastikan perlindungan terhadap mereka.

"Berdasarkan informasi terkini (07.13 WIB), sembilan WNI anggota Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang tergabung dalam misi GSF 2.0, semuanya dilaporkan telah ditangkap Israel," ungkap Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang dalam keterangannya pada Rabu (20/5/2026) pagi.

Dia mengatakan, Kemlu bersama perwakilan RI terus melakukan pendekatan intensif dengan otoritas setempat dan seluruh pihak terkait guna memastikan pelindungan terhadap kesembilan WNI tersebut. "Seluruh jalur diplomatik dan langkah kekonsuleran akan terus dimaksimalkan guna memastikan perlindungan penuh bagi para WNI dan mereka dapat kembali dengan selamat," ujar Yvonne.

"Indonesia mendesak Pemerintah Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan Internasional yang ditahan," tambah Yvonne. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement