REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Shopee Indonesia bekerja sama dengan Forum Lingkar Pena (FLP) menggelar workshop literasi bagi 100 penulis muda dari berbagai daerah di Indonesia dalam rangka menyambut Hari Buku Nasional 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong regenerasi penulis muda sekaligus meningkatkan kesadaran perlindungan hak cipta karya tulis di era digital.
Workshop bertema “Ubah Ide Jadi Karya: Resep Menulis untuk Pembaca Masa Kini dan Lindungi Karya di Era Digital” tersebut digelar pada 16 Mei 2026 dan menjadi bagian dari kampanye Festival Penulis Lokal 2026. Program ini dirancang untuk mendukung promosi, pengembangan, serta perlindungan karya buku asli penulis Indonesia.
Head of Corporate Affairs Shopee Indonesia, Satrya Pinandita, mengatakan setiap penulis memiliki karakter dan gaya penulisan yang menjadi kekuatan utama dalam karya mereka. Karena itu, Shopee ingin menghadirkan ruang belajar sekaligus edukasi mengenai perlindungan karya di platform digital.
“Melalui Festival Penulis Lokal tahun ini, kami senantiasa berupaya untuk memberikan kesempatan bagi calon penulis untuk belajar, bertukar pikiran, sekaligus memahami bagaimana cara melindungi karyanya di platform e-commerce seperti Shopee,” ujar Satrya.
Dalam kegiatan tersebut, Shopee turut menghadirkan penulis mega best seller Khoirul Trian yang membagikan pengalaman seputar perjalanan membangun karya hingga meraih pembaca di industri buku nasional. Ia juga menyoroti pentingnya penulis muda membangun identitas dan karakter karya di tengah derasnya arus informasi digital.
“Saya senang bisa menjadi bagian dari Festival Penulis Lokal 2026. Terima kasih juga kepada Shopee karena sudah memiliki fitur yang bisa membantu menyelamatkan karya saya dan penulis lokal lainnya. Saya berharap para penulis muda juga semakin percaya diri dan terus semangat menulis untuk mengubah ide menjadi karya yang bermakna,” katanya.
Selain membahas proses kreatif menulis, workshop juga memberikan pembekalan mengenai peluang monetisasi karya, distribusi buku melalui platform digital, hingga edukasi menghadapi pembajakan karya tulis.
Sejalan dengan meningkatnya distribusi karya melalui platform digital, Shopee juga memperkuat perlindungan hak cipta melalui fitur Brand IP Portal. Melalui sistem tersebut, penulis maupun pemilik hak cipta dapat melaporkan dugaan pelanggaran kekayaan intelektual secara lebih cepat.
Satrya mengatakan sepanjang 2025, seluruh laporan pelanggaran yang terbukti di Brand IP Portal telah ditindaklanjuti melalui penurunan produk dan pemberian sanksi tegas dengan waktu penanganan rata-rata tiga hari kerja.
“Kami terus melakukan pembaruan pada Brand IP Portal agar proses pelaporan dan penanganan pelanggaran dapat berjalan lebih efektif,” katanya.
Sementara itu, Koordinator Divisi Hubungan Masyarakat Forum Lingkar Pena, Fitrawan Umar, menilai kolaborasi tersebut penting untuk mendukung regenerasi penulis di Indonesia.
“Kami harap workshop ini dapat menginspirasi para penulis muda agar mereka tidak hanya mampu menghasilkan karya berkualitas, tetapi juga memahami cara mempublikasikan dan mendistribusikan karya mereka,” ujarnya.
Salah satu peserta workshop asal Bukittinggi, Sumatera Barat, Riny Y, mengaku kegiatan tersebut memberi wawasan baru mengenai dunia kepenulisan dan perlindungan karya cipta. Hal serupa disampaikan peserta asal Subang, Jawa Barat, Siti F, yang menilai kegiatan tersebut membuka gambaran tentang dunia penulisan secara lebih luas.
Selain workshop, Shopee juga menghadirkan kampanye Festival Penulis Lokal yang berlangsung pada 5–24 Mei 2026. Melalui program tersebut, pengguna dapat menikmati berbagai promo pembelian buku lokal untuk mendorong minat baca masyarakat terhadap karya penulis Indonesia.




