Selasa 19 May 2026 14:12 WIB

Koalisi Pewarta Desak Prabowo Beri Pernyataan Terkait Penculikan Aktivis dan Jurnalis RI oleh Israel

Hingga kini belum ada pernyataan sikap resmi dari Prabowo terkait hal ini.

Rep: Bayu Adji Prihammanda/ Red: Andri Saubani
Pengarah Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) Ahmad Juwaini, Pengarah GPCI Irvan Nugraha, serta influencer, politisi, dan pemerhati HAM Wanda Hamidah (dari kiri) usai memberikan konferensi pers terkait update terkini relawan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) di Sasana Budaya Rumah Kita, Gedung Filantropi Dompet Dhuafa, Jakarta, Senin (18/5/2026). Sebanyak puluhan kapal kemanusiaan yang membawa sekitar 450 relawan dari berbagai negara saat ini tengah berlayar di Laut Mediterania dalam misi kemanusiaan untuk mendukung kemerdekaan dan perdamaian Palestina. Berdasarkan informasi terbaru, Angkatan Laut Israel mulai melakukan intersepsi terhadap kapal-kapal yang berupaya menembus blokade Gaza.
Foto: Republika/Prayogi
Pengarah Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) Ahmad Juwaini, Pengarah GPCI Irvan Nugraha, serta influencer, politisi, dan pemerhati HAM Wanda Hamidah (dari kiri) usai memberikan konferensi pers terkait update terkini relawan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) di Sasana Budaya Rumah Kita, Gedung Filantropi Dompet Dhuafa, Jakarta, Senin (18/5/2026). Sebanyak puluhan kapal kemanusiaan yang membawa sekitar 450 relawan dari berbagai negara saat ini tengah berlayar di Laut Mediterania dalam misi kemanusiaan untuk mendukung kemerdekaan dan perdamaian Palestina. Berdasarkan informasi terbaru, Angkatan Laut Israel mulai melakukan intersepsi terhadap kapal-kapal yang berupaya menembus blokade Gaza.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Koalisi Pewarta Pemilu dan Demokrasi (KPP DEM) mendorong Presiden Prabowo Subianto mengambil sikap atas peculikan yang dilakukan tentara penjajah Israel terhadap empat wartawan Indonesia. Pasalnya, hingga kini belum ada sikap dari Prabowo terkait masalah tersebut.

Ketua Umum KPP DEM, Achmad Satryo Yudhantoko, menilai Presiden merupakan pucuk pimpinan tertinggi dalam negara yang menganut sistem demokrasi. Karena itu, sudah sepatutnya Presiden menunjukkan sikap atas masalah tersebut.

Baca Juga

"Kami turut prihatin kepada keluarga dari rekan-rekan kami yang di antaranya juga senior kami di lapangan. Kami mendorong agar Presiden dapat segera ambil sikap, dan memberikan keterangan kepada keluarga korban agar dapat lebih tenang menghadapi ujian yang sedang melanda," kata dia, Selasa (19/5/2026).

Ia menyebutkan, empat wartawan yang kini ditahan tentara penjajah Israel di antaranya dua orang wartawan Republika, yaitu Bambang Noroyono alias Abeng dan Thoudy Badai. Dua lainnya adalah wartawan Tempo, Andre Prasetyo, dan Rahendro Herubowo yang berkontribusi untuk iNewsTV, Berita1, dan CNN.

Ia menegaskan bahwa pers sebagai pilar ke-4 demokrasi merupakan bagian terpenting negara dalam menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia. Karena itu, negara harus melindungi setiap insan pers yang menjalankan tugasnya.

"Presiden Prabowo kami harap dapat menyelamatkan kawan-kawan kami yang diculik oleh tentara IDF zionis Israel," kata dia.

photo
Tampak dalam tangkapan gambar layar CCTV kapal misi pelayaran Global Sumud Flotilla, Ozgurluk, yang membawa jurnalis Republika Thoudy Badai Rifan Billah, Senin (18/5/2026) WIB. - (Republika)

Diketahui, terdapat lima orang WNI yang telah terkonfirmasi diintersepsi oleh tentara penjajah Israel (IDF). Selain dua wartawan Republika, Abeng dan Thoudy, tiga orang lainnya adalah Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat, Andre Prasetyo Nugroho wartawan Tempo, dan Rahendro herubowo yang berkontribusi untuk iNewsTV, Berita1, CNN.

Kapal-kapal yang dinaiki dua wartawan Republika, Bora Alize dan Ozgurluk, sempat lama kehilangan kontak dan tak diketahui nasibnya. Pada Senin pukul 21.00 WIB, akhirnya dipastikan kedua kapal diintersepsi.

⁠Abeng merupakan satu-satunya WNI di Kapal Bora Alize. Sedangkan di Kapal Ozgurluk, selain Thoudy, ada juga Andre dan Rahendro. Tak hanya itu, pasukan Israel lebih dulu mencegat dan membajak kapal Josef, yang di dalamnya terdapat Andi.

Pada Senin pagi, kapal-kapal Armada Global Sumud tiba di perairan Siprus, sekitar 300 mil laut dari Gaza. Tak lama kemudian, panitia Global Sumud Flotilla melansir protokol intersepsi telah diaktifkan menyusul adanya pergerakan kapal-kapal yang dianggap mencurigakan di sekitar armada.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement