Senin 18 May 2026 19:04 WIB

Begini Kronologi Penculikan WNI Peserta Armada Sumud Global oleh Tentara Zionis 

Pembajakan kapal oleh Israel terjadi sekitar 300 mil laut dari perairan Gaza.

Tangkapan layar CCTV Global Sumud Flotilla memperlihatkan tentara Israel melakukan intersepsi terhadap armada kapal Global Sumud Flotilla di sekitar perairan Siprus, Senin (18/5/2026).
Foto: Republika
Tangkapan layar CCTV Global Sumud Flotilla memperlihatkan tentara Israel melakukan intersepsi terhadap armada kapal Global Sumud Flotilla di sekitar perairan Siprus, Senin (18/5/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, MARMARIS – Sebanyak sembilan WNI termasuk dua jurnalis Republika, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai hilang kontak menyusul pembajakan kapal-kapal Global Sumud Flotilla oleh tentara Israel. Bagaimana kronologis keberangkatan tersebut?

Kronologi Penculikan WNI Peserta Armada Sumud Global

Kamis, 14 Mei 2026

Baca Juga

Sekitar pukul 08.00 pagi waktu setempat, armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla mulai melanjutkan pelayaran menembus blokade Gaza, Palestina. Sebanyak 54 kapal-kapal yang membawa bantuan kemanusiaan itu angkat jangkar serempak dari Albatros Marina, Pelabuhan Albatros, Turki. 

Sembilan WNI yang difasilitasi Global Peace Convoi Indonesia (GPCI) ikut serta dalam pelayaran tersebut. Diantaranya Herman Budianto Sudarsono dan Ronggo Wirasanu  dari Dompet Dhuafa yang naik kapal Zefiro. Kemudian Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat yang menaiki Kapal Josef.

Kemudian Asad Aras Muhammad dari Spirit of Aqso dan Hendro Prasetyo dari SMART !71 di kapal Kasr-1. Selanjutnya ⁠Bambang Noroyono dari Republika di Kapal BoraLize.

Sedangkan di Kapal Ozgurluk Thoudy Badai (Republika), Andre Prasetyo Nugroho (Tempo), dan Rahendro herubowo yang berkontribusi untuk iNewsTV, Berita1, CNN.

photo
Kapal Global Sumud Flotilla berlayar meninggalkan perairan Turki menuju perairan Internasional, Kamis (14/5/2026). - (Thoudy Badai/Republika)

Sabtu, 16 Mei 2026

Panitia Global Sumud Flotilla mengumumkan armada kemanusiaan menuju Gaza untuk sementara melakukan dua persinggahan teknis. Ini guna menangani sejumlah kebutuhan mendesak pada kapal-kapal mereka.

Dalam pernyataan resminya, tim komunikasi Global Sumud Flotilla menyebut penghentian sementara itu dilakukan untuk memperbaiki perangkat Starlink, mesin kapal, serta sistem rigging atau penyangga layar kapal.

Sementara kelompok kedua, yang terdiri atas kapal-kapal lainnya, menuju perairan Turki untuk membantu perbaikan sistem rigging dan mesin kapal Girolama. 

Ahad, 17 Mei 2026

Dua hari tertahan akibat angin kencang dan ombak tinggi, seluruh kapal kemanusiam Global Sumud Flotilla (GSF) melanjutkan pelayaran. Sebanyak 54 armada berkumpul dan angkat jangkar serempak di Teluk Andrasa, Antalya, Turki. Seluruh kapal-kapal melanjutkan pelayaran sekitar Pukul 09.05 waktu Turki.

photo
Kapal-kapal Armada Sumud Global melanjutkan kembali perjalanan menuju Gaza dari perairan antara Yunani-Turki, Ahad (17/5/2026). - (Thoudy Badai/Republika)

Senin, 18 Mei 2026

Pada Senin pagi, kapal-kapal Armada Global Sumud tiba di perairan Siprus, sekitar 300 mil laut dari Gaza. Tak lama kemudian panitia Global Sumud Flotilla melansir protokol intersepsi telah diaktifkan menyusul adanya pergerakan kapal-kapal yang dianggap mencurigakan di sekitar armada.

Pihak pasukan penjajah Israel (IDF) dilaporkan mulai melakukan intersepsi terhadap armada Global Sumud yang sedang bergerak pada sekitar pukul 11.00 waktu Turki. Intersepsi dilakukan di perairan Siprus, sekitar 200 mil laut dari Gaza. Menyusul perkembangan tersebut, berbagai komunikasi diplomatik mendesak serta langkah hukum kini tengah ditempuh. 

Saat itu, jurnalis Republika Bambang Noroyono mengirimkan video yang menunjukkan kapal tempur Israel terlihat dari kapalnya, Boralize. Ia kemudian mengirimkan video SOS sesuai protokol menjelang kemungkinan intersepsi dan penangkapan dan akhirnya hilang kontak. 

Thoudy Badai juga hilang kontak pada waktu yang hampir bersamaan. Demikian juga semua WNI yang menyertai Armada Global Sumud.

Command Center Global Sumud Nusantara di Malaysia kemudian melansir, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai terkonfirmasi diculik oleh IDF. Hal ini ditampilkan dalam papan pemantauan yang ditampilkan di markas mereka.

Kapal-kapal yang mereka naiki, yakni Boralize dan Ozgurluk sempat lama kehilangan kontak dan tak diketahui nasibnya. Pada pukul 21.00 WIB, akhirnya dipastikan kedua kapal diintersepsi.

Pasukan Israel juga mencegat dan membajak kapal Josef. Di antara sejumlah relawan yang diculik aparat militer Israel adalah seorang relawan Rumah Zakat, yakni Andi Angga Prasadewa.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (republikaonline)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement