Senin 18 May 2026 12:09 WIB

Prabowo Tegaskan Modernisasi Alutsista TNI Bukan untuk Agresi

Kita tidak punya kepentingan selain untuk menjaga wilayah kita sendiri.

Jet tempur Rafale di Base Ops Landu Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (18/5/2026).
Foto: Republika/Erik Purnama Putra
Jet tempur Rafale di Base Ops Landu Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (18/5/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Prabowo Subianto menyatakan, penambahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) bagi TNI AU menjadi tonggak penting dalam memperkuat pertahanan nasional. Hal itu terjadi di tengah dinamika geopolitik global yang semakin tidak menentu.

Menurut Prabowo, penguatan kemampuan militer Indonesia semata-mata ditujukan sebagai upaya pertahanan dan penangkal. Dia menegaskan, modernisasi alutsista TNI bukan untuk kepentingan agresi terhadap negara lain.

Baca Juga

"Kita tidak punya kepentingan selain untuk menjaga wilayah kita sendiri. Kita lihat kondisi dunia geopolitik penuh dengan ketidakpastian, dan kita tahu bahwa pertahanan syarat utama untuk stabilitas," ujar Prabowo di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (18/5/2026).

Adapun dalam penyerahan alutsista baru kepada Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Mohamad Tonny Harjono tersebut terdiri dari enam jet tempur Rafale, empat pesawat Falcon 8X, satu pesawat Airbus A-400M, radar GCI GM403, smart weapon Hammer dan rudal Meteor. Hanya saja, di lokasi dipajang pula dua unit Falcon 7x dan 8X dan A400M yang sudah beroperasi.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement