Senin 18 May 2026 06:06 WIB

Pendeta Anton Tarik Pernyataan Soal TNI Terlibat Kematian Putrinya di Tembagapura

Dalam keadaan sedih dan emosi, Pendeta Anton mengaku, mendapat bisikan sesat.

Pendeta Anton Wamang memberikan klarifikasi atas pernyataan sebelumnya terkait meninggalnya putrinya di Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Foto: Puspen TNI
Pendeta Anton Wamang memberikan klarifikasi atas pernyataan sebelumnya terkait meninggalnya putrinya di Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

REPUBLIKA.CO.ID, MIMIKA -- Duka mendalam masih menyelimuti keluarga almarhumah Nalince Wamang, korban penembakan di wilayah Camp Wini MP.69 Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, belum lama ini. Di tengah suasana penuh kesedihan tersebut, ayah kandung korban, Pendeta Anton Wamang menyampaikan klarifikasi sekaligus menarik pernyataan sebelumnya.

Dia sempat menyebut personel TNI sebagai pelaku penembakan terhadap putrinya. Namun, kini ia membuat klarifikasi terbuka yang membantah tudingan TNI terlibat kematian putrinya. Pendeta Anton mengaku, pernyataan yang sempat disampaikan kepada awak media beberapa waktu lalu, keluar dalam kondisi emosional dan penuh tekanan batin akibat kehilangan putri tercintanya.

Baca Juga

Dia menyebut, rasa duka yang begitu mendalam membuat dirinya terburu-buru dalam menyimpulkan pihak yang bertanggung jawab atas insiden tragis tersebut. "Sebagai seorang ayah, saya sangat terpukul atas meninggalnya anak kami," ucap Pendeta Anton dalam video diterima Republika di Jakarta, Ahad (17/5/2026).

Dalam keadaan sedih dan emosi, Pendeta Anton mengaku, ada bisikan sesat dari pihak-pihak tertentu kepadanya. "Saya menyampaikan pernyataan yang ternyata belum dapat dipastikan kebenarannya kepada media, beberapa hari lalu," ujarnya dalam siaran pers Puspen TNI.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement