REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden RI menyampaikan, ia telah menugaskan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman beserta jajaran untuk mencapai swasembada pangan di Indonesia, dalam waktu empat tahun. Namun, target tersebut dapat dicapai lebih cepat, yakni dalam satu tahun.
RI 1 pun mengapresiasi kinerja Mentan Amran. Dia mengaku, awalnya tidak mengenal Amran. Namun, kata dia, yang bersangkutan memiliki pemikiran yang baik setelah berdialog langsung.
Presiden Prabowo pun mengungkapkan, ia yang mengusulkan kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) agar Amran kembali menjabat sebagai mentan. Amran menjadi mentan periode 2014-2019. Amran kemudian dilantik kembali oleh Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat pada 25 Oktober 2023. Hal itu setelah Mentan Syahrul Yasin Limpo terjerat kasus korupsi.
"Saya tidak pernah kenal beliau. Saya tanya dua-tiga pertanyaan, ternyata orang ini oke pemikirannya. Kemudian saya usulkan ke Pak Jokowi, beliau ditarik kembali jadi Menteri Pertanian. The rest is history. Beliau akhirnya berjuang karena menguasai masalah," kata Prabowo saat berpidato di peresmian 1.061 Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).
Prabowo menyebut, Amran memahami persoalan pertanian karena pernah menjabat sebagai menteri, memiliki pengalaman sebagai pelaku sektor pertanian, serta berasal dari keluarga petani. Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung bahwa bangsa Indonesia terlalu lama dipandang sebelah mata oleh bangsa lain dan dianggap sebagai the soft state.




