Sabtu 16 May 2026 06:17 WIB

PSI Dinilai Ogah Terdampak Usai Grace Natalie Dilaporkan Puluhan Ormas Islam

Padahal, Grace Natalie adalah salah satu pendiri PSI.

Rep: Bayu Adji P/ Red: Andri Saubani
Sekretaris Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie Louisa memberikan keterangan media di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (11/5/2026), tentang kasus hukum terkait video mantan wakil Presiden RI Jusuf Kala.
Foto: REPUBLIKA/Bayu Adji Primmanda
Sekretaris Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie Louisa memberikan keterangan media di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (11/5/2026), tentang kasus hukum terkait video mantan wakil Presiden RI Jusuf Kala.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyatakan tidak akan memberikan bantuan hukum kepada Grace Natalie ihwal laporan polisi yang menyeret nama kader mereka. Padahal, Grace merupakan salah satu pendiri partai berlogo gajah tersebut.

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, menilai langkah PSI itu diambil lantaran partai tak mau terbawa dalam masalah pribadi yang dialami kadernya. Apalagi, laporan polisi yang menyeret Grace Natalie tidak berkaitan langsung dengan PSI sebagai partai politik.

Baca Juga

"Sepertinya PSI ingin letakkan persoalan laporan semacam sebagai urusan pribadi kadernya dan tak ada urusannya dengan partai," kata dia saat dihubungi Republika, Jumat (15/5/2026).

Adi menambahkan, PSI juga dinilai tidak mau citra partainya terdampak negatif dari masalah tersebut. Mengingat, saat ini PSI tengah berupaya membangun citra partai agar bisa lolos ke Senayan pada Pemilu 2029.

"Apapun judulnya, PSI saat ini sedang konsolidasi untuk bisa lolos parlemen 2029," ujar dia.

Ia mengakui, sejauh ini belum ada yang instrumen yang bisa mengukur dampak masalah yang dialami Grace Natalie terhadap PSI. Namun, besar kemungkinan urusan laporan polisi berdampak terhadap partai.

"Makanya PSI anggap urusan ini sebagai urusan pribadi Grace yang tak ada urusannya dengan partai. Padahal Grace adalah pendiri, senior, dan juga pengurus penting di PSI saat ini," kata Adi.

 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement