Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah awal penguatan infrastruktur pertahanan wilayah dengan melibatkan Perhutani, TNI AD, dan pemerintah daerah (pemda) guna memastikan kesiapan lahan, akses lokasi, serta koordinasi lintas instansi di kawasan hutan. Tim gabungan dipimpin Koramil 0815-18/Gondang bergerak menuju titik pembangunan bunker pertahanan.
Dalam peninjauan tersebut, tim melakukan peninjauan titik koordinat, asesmen akses jalan, serta identifikasi potensi dampak lingkungan selama proses konstruksi. Administratur Perhutani KPH Pasuruan, Ivan Cahyo Susanto, melalui Asper BKPH Jatirejo Sedioko, menyampaikan dukungan penuh terhadap program strategis TNI AD tersebut.
Menurut Sedioko, keterlibatan Perhutani penting untuk memastikan seluruh rencana pembangunan tetap sesuai dengan ketentuan pengelolaan kawasan hutan. "Kami berkomitmen mendukung program pertahanan nasional," ucapnya dikutip dari laman resmi di Jakarta, Jumat (15/5/2026).
"Pendampingan ini bertujuan memastikan rencana pembangunan bunker tetap selaras dengan regulasi pengelolaan kawasan hutan serta menjaga keseimbangan ekosistem di sekitarnya. Koordinasi lintas instansi seperti ini juga perlu terus dijaga dengan baik," kata Sedioko menambahkan.