Jumat 15 May 2026 11:20 WIB

Nasionalis Israel Serukan Kematian Warga Arab, Gaza Jadi Kuburan

Kelompok Yahudi Standing Together gelar aksi tanding untuk lindungi warga Palestina.

Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir, dikelilingi oleh petugas keamanan, di Gerbang Damaskus selama
Foto: EPA-EFE/ATEF SAFADI
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir, dikelilingi oleh petugas keamanan, di Gerbang Damaskus selama

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Para nasionalis Israel berteriak menyerukan kematian bagi orang-orang Arab. Seruan itu disampaikan dalam pawai yang disponsori otoritas pemerintahan untuk memperingati ulang tahun penaklukan dan aneksasi kota Yerusalem.

"Matilah orang Arab," demikian seruan itu digaungkan. 

Baca Juga

"Semoga desa-desa kalian terbakar dan Gaza jadi kuburan."

Penegasan klaim atas kendali Yahudi terhadap Yerusalem Timur Palestina telah menjadi lebih ekstrem dalam beberapa tahun terakhir.  Acara pada Kamis  menjadi puncaknya setelah Menteri Keamanan Nasional, Itamar Ben-Gvir, mengibarkan bendera Israel di depan Masjid al-Aqsa, situs Islam tersuci di kota itu.

Sebagian besar warga Palestina di kawasan Muslim Kota Tua telah menutup toko mereka dan pulang sebelum pawai dimulai.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

Namun anggota kelompok Yahudi radikal sayap kanan yang telah masuk terlibat bentrok dengan warga Palestina  di sana. Kedua pihak saling melempar kursi, hingga dipisahkan oleh polisi yang memasuki kota pada sore harinya dengan kekuatan penuh.

“Saya datang untuk menunjukkan kepada seluruh dunia bahwa ini adalah kota kami. Ini adalah Tanah Suci. Tuhan memberi kami negara dan kota ini,” kata Ariel Amichai, seorang peserta pawai berusia 19 tahun.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement