Rabu 13 May 2026 14:38 WIB

Antonio Guterres akan Akhiri Masa Jabatan Sekjen PBB, Ini 5 Kandidat Penggantinya

Terdapat lima kandidat yang akan bersaing menjadi sekjen PBB berikutnya.

Rep: Erdy Nasrul/ Red: Erdy Nasrul
Atas kiri: Macky Sall, sebelahnya Maria Fernanda Espinosa, bawah kiri:  Rafael Grossi, bawah tengah: Michelle Bachelet, bawah kanan: Rebeca Grynspan.
Foto: Erdy Nasrul/Republika dan EPA
Atas kiri: Macky Sall, sebelahnya Maria Fernanda Espinosa, bawah kiri: Rafael Grossi, bawah tengah: Michelle Bachelet, bawah kanan: Rebeca Grynspan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Presiden Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations General Assembly/UNGA), Maria Fernanda Espinosa, direkomendasikan sebagai kandidat sekretaris jenderal (sekjen) PBB berikutnya. Hal itu disampaikan juru bicara Presiden Majelis Umum PBB saat ini.

Pencalonan Espinosa direkomendasikan oleh pemerintah Antigua and Barbuda, kata La Neice Collins, juru bicara Presiden Majelis Umum PBB Annalena Baerbock.

Baca Juga

Espinosa yang berasal dari Ecuador pernah menjabat sebagai Presiden Majelis Umum PBB ke-73 pada periode 2018–2019. Sebelumnya, ia juga menjabat sebagai perwakilan tetap Ekuador untuk PBB di New York dan Jenewa. Selain itu, ia dua kali dipercaya menjadi menteri luar negeri Ekuador dan pernah menjabat sebagai menteri pertahanan negara tersebut.

Di level internasional, Espinosa dikenal sebagai diplomat senior dengan rekam jejak kuat dalam isu pembangunan berkelanjutan, perubahan iklim, kesetaraan gender, dan diplomasi Global South. Reputasinya di lingkungan PBB dikenal moderat dan diplomatis, dengan kemampuan membangun konsensus antarnegara.

Hingga saat ini, terdapat lima kandidat yang akan bersaing menjadi sekjen PBB berikutnya. Selain Espinosa, kandidat lain adalah Michelle Bachelet, mantan presiden Chile dan mantan komisaris tinggi PBB untuk hak asasi manusia.

Bachelet dikenal sebagai salah satu tokoh perempuan paling berpengaruh di Amerika Latin. Ia dua kali menjabat Presiden Chile dan pernah menjadi Menteri Pertahanan. Di tingkat internasional, namanya menonjol karena sikapnya terhadap isu hak asasi manusia global, mulai dari Myanmar hingga Xinjiang di China. Pendukungnya memandang Bachelet sebagai simbol demokrasi dan HAM, meski kritik juga muncul karena dianggap terlalu kompromistis terhadap negara-negara besar.

Kandidat berikutnya adalah Rafael Grossi dari Argentina yang kini menjabat direktur jenderal International Atomic Energy Agency (IAEA). Grossi dikenal luas sebagai diplomat spesialis isu nuklir dan nonproliferasi.

Namanya semakin menonjol sejak perang Rusia-Ukraina, terutama terkait keselamatan pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia. Ia beberapa kali melakukan diplomasi langsung ke wilayah konflik dan aktif menangani isu program nuklir Iran. Reputasi Grossi dikenal teknokratis, pragmatis, dan cukup dihormati dalam diplomasi internasional, terutama di bidang keamanan nuklir global.

Selain itu terdapat Rebeca Grynspan dari Kosta Rika yang saat ini menjabat sekjen United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD).

 

sumber : Xinhua
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement