Rabu 13 May 2026 13:45 WIB

13 Kiai di Jabar Tertipu Proyek MBG, Sudah Bangun Dapur Tapi Bisnis tak Jadi, Ini Kronologinya

Belasan kiai melaporkan terduga YH yang ditengarai melakukan penipuan.

Makan bergizi gratis.
Foto: ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin
Makan bergizi gratis.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Sebanyak 13 kiai di wilayah Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Cirebon diduga menjadi korban penipuan bisnis satuan pemenuhan pelayanan gizi makan bergizi gratis (SPPG) MBG. Masing-masing kiai mengalami kerugian ratusan juta.

Afriendi Sikumbang koordinator tim hukum pesantren korban dapur MBG Koperasi DSN sekaligus LBH Gerakan Pemuda Ansor mengatakan kasus dugaan penipuan yang menimpa para kiai berawal dari 13 pesantren datang ke LBH mengadukan seseorang berinisial YH dari Koperasi DSN.

Baca Juga

YH diduga melakukan tindak pidana penipuan. Mereka diiming-imingi dapat menjadi mitra Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mendirikan SPPG MBG.

"Jadi Koperasi DSN menemui kiai-kiai itu menyatakan bahwa mereka itu adalah mitra resmi dari BGN kemudian menyampaikan iming-iming program MBG, janji-janji ya tentu orang sudah pada tahu ya secara umum orang sudah tahu bahwa program dapur MBG ini sangat menggiurkan secara bisnis gitu ya," ucap dia dihubungi, Rabu (13/5/2026).

Ia menyebut para kiai tersebut langsung percaya terhadap YH mengingat yang bersangkutan pernah bekerja sama dengan kiai lainnya. Selanjutnya, para kiai diminta untuk mengajukan permohonan pesantren menjadi mitra BGN melalui koperasi DSN.

"Jadi menyatakan koperasi ini punya kuota atau slot mungkin ribuan titik di Indonesia gitu ya. Nah, setelah para kiai ini pimpinan pondok pesantren ini bikin proposal," kata dia.

Setelah proposal dibuat, ia mengatakan para kiai mendatangi kantor Koperasi DSN di Cianjur untuk menyerahkan proposal tersebut. Diketahui kantor koperasi DSN pun berada di Duren Sawit, Jakarta Timur.

"Saya lihat alamat tempat ini beda-beda ini, dari beberapa kontrak saya lihat. Jadi dia menamakan akad kerja sama, mutawalah, musyarakah, mutannakisah. Jadi akad itu berbahasa Arab karena ini dengan kiai dibuatlah berbahasa Arab," kata dia.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement