Rabu 13 May 2026 02:30 WIB

Kemenhaj Sulsel Imbau JCH Tidak Unggah Kartu Nusuk ke Medsos

Kemenhaj Sulsel peringatkan jamaah calon haji untuk tidak mengunggah Kartu Nusuk ke media sosial demi keamanan data dan identitas.

Rep: antara/ Red: antara
Kemenhaj Sulsel ingatkan JCH tidak unggah Kartu Nusuk ke medsos.
Foto: antara
Kemenhaj Sulsel ingatkan JCH tidak unggah Kartu Nusuk ke medsos.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR, – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulawesi Selatan mengingatkan jamaah calon haji (JCH) untuk tidak mengunggah Kartu Nusuk Haji ke media sosial. Ikbal Ismail, Kepala Kanwil Kemenhaj Sulsel, menyampaikan hal ini di Makassar pada Selasa, menekankan bahwa Kartu Nusuk Haji adalah dokumen penting yang memuat identitas lengkap pemiliknya.

Menurut Ikbal, Kartu Nusuk Haji yang diterbitkan oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi berfungsi sebagai kartu identitas vital bagi setiap calon haji. Kartu tersebut mencakup informasi penting seperti identitas lengkap, layanan transportasi, pemondokan, konsumsi, hingga barcode. "Sebaiknya jangan diunggah ke medsos karena memuat data lengkap setiap pemegangnya," ujarnya.

Ikbal menambahkan bahwa penyebaran foto Kartu Nusuk di media sosial dapat dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab, yang berpotensi menyalahgunakan informasi tersebut untuk kejahatan, seperti penipuan.

Kartu Nusuk juga merupakan dokumen utama yang harus dibawa jamaah selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci. Tanpa kartu ini, jamaah bisa ditolak masuk ke kawasan Masjidil Haram untuk melaksanakan tawaf atau sa'i, dan juga diperlukan saat memasuki kawasan Arafah saat puncak ibadah haji.

Selain menjaga Kartu Nusuk, Ikbal juga mengingatkan jamaah untuk menjaga kondisi fisik dan mental selama menjalankan ibadah haji, serta menjaga kekompakan dan membantu sesama jamaah selama di Tanah Suci.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara
Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement