Selasa 12 May 2026 17:46 WIB

Menkomdigi Ungkap Canggihnya Sindikat Judol Hayam Wuruk

Pemberantasan judol tak bisa dilakukan sendiri oleh Komdigi.

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Fitriyan Zamzami
Personel Brimob Polri berjaga saat penggerebekan kantor operasional judi daring di Perkantoran Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta, Sabtu (9/5/2026).
Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Personel Brimob Polri berjaga saat penggerebekan kantor operasional judi daring di Perkantoran Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta, Sabtu (9/5/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengungkapkan kecanggihan teknologi yang digunakan sindikat judi online (judul) internasional yang digerebek di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta. Meutya memastikan Komdigi bekerjasama dengan aparat guna mengatasi kian canggihnya teknologi judol. 

"Dari kasus ini kita lihat juga pelaku terus beradaptasi secara teknologi, mulai ganti domain secara cepat, penggunaan server luar negeri, pemanfaatan akun-akun kamuflase, hingga penyebaran melalui grup komunikasi tertutup," kata Meutya kepada Republika, Selasa (14/5/2026). 

Baca Juga

Meutya menjelaskan ada komunikasi intens dengan Polri dalam sebulan terakhir. Meutya mensinyalkan pengungkapan kasus di Hayam Wuruk bukti kerjasama lintas lembaga. 

"Sebulan terakhir kami komunikasi cukup intens dengan Pak Kapolri. Komdigi terus bekerjasama dengan kepolisian karena Prevention atau pencegahan dan law enforcement atau penegakan hukum harus jalan bersama mengatasai organised transnational crime atau kejahatan terorganisir lintas negara," ujar Meutya. 

Meutya menyebut pemberantasan judol tak bisa dilakukan sendiri oleh Komdigi. Apalagi untuk urusan penegakan hukumnya mesti dilakukan Polri. 

"Komdigi menekankan pemberantasan judi online perlu kerja sama penegak hukum, pengawas keuangan, platform digital, penyedia layanan internet dan partisipasi masyarakat," ucap Meutya.

photo
Sejumlah tersangka kasus perjudian daring digiring petugas kepolisian di Perkantoran Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta, Ahad (10/5/2026). - (EPA/MAST IRHAM)

Meutya juga menegaskan penggerebekan di Hayam Wuruk bukti pemerintah hadir dalam upaya melawan judol secara kontinu. Meutya menjamin Komdigi terus memantau ruang digital agar bebas dari judol. 

"Komdigi terus memperkuat patroli siber dan ini dilakukan bersama polri dan pihak lainnya," ujar Meutya. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement