REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI -- Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan diam-diam melakukan serangkaian serangan terhadap Iran di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan dengan Iran, seperti dilaporkan The Wall Street Journal pada Senin (11/5/2026). Salah satu target serangan tersebut adalah sebuah kilang minyak di Pulau Lavan, Iran, menurut sumber anonim yang mengetahui masalah tersebut.
Kilang Iran itu dihantam pada awal April, saat Presiden AS Donald Trump hendak mengumumkan gencatan senjata dengan Iran. Serangan itu menyebabkan kebakaran besar dan membuat fasilitas tersebut berhenti beroperasi, tambah laporan itu.
Iran kemudian membalas dengan meluncurkan rudal balistik dan pesawat nirawak ke UEA dan Kuwait. Salah satu sumber mengatakan bahwa AS secara diam-diam menyambut keterlibatan Emirat dalam perang tersebut.
Pada awal April lalu, media milik Iran, melaporkan bahwa UEA telah ikut serta dalam perang melawan Iran. Stasiun televisi milik negara Iran, IRIB, menyatakan dalam sebuah unggahan di perusahaan media sosial milik Amerika, X, bahwa ada dua dokumen yang membuktikan keterlibatan UEA dalam perang melawan Iran.
Bukti keterlibatan itu berupa penghancuran drone Wing Loong-2 buatan China pada Rabu (1/4/2026), yang diklaim hanya dimiliki oleh Arab Saudi dan UEA, serta keberadaan jet tempur Mirage 2000 milik UEA untuk intersepsi di atas Pulau Jask, Iran, pada Ahad (22/3/2026).
Meski demikian, klaim tersebut tidak dapat dikonfirmasi secara independen oleh Anadolu. Selain itu, tidak ada respons langsung dari UEA terkait laporan tersebut.
View this post on Instagram




