Selasa 12 May 2026 07:26 WIB

MPR Akui Ada Kelalaian Juri dan Panitia dalam Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar

Lomba cerdas cermat empat pilar MPR akan dievaluasi.

Siswi lombar cerdas cermat empat pilar MPR RI  di Kalbar protes terkait putusan dewan juri.
Foto: tangkapan layar
Siswi lombar cerdas cermat empat pilar MPR RI di Kalbar protes terkait putusan dewan juri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Viral di media social terkait insiden penilaian pada babak final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi di Kalbar.

Lomba itu viral setelah seorang siswa protes atas jawabannya yang benar namun justru mendapat minus 5. Siswa itu protes berulangkali, tapi tetap tidak digubris oleh juri.

Baca Juga

Atas insiden tersebut, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI menyampaikan permohonan maaf. MPR mengakui ada unsur kelalaian oleh panitia dan juri.

Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar Supratman menegaskan, pihak MPR akan melakukan evaluasi total terhadap kinerja dewan juri dan sistem perlombaan.

"Kami mohon maaf atas kelalaian dewan juri. Kami akan tindak lanjuti kejadian ini," kata Akbar dalam keterangan di Jakarta, Senin (11/5/2026).

Akbar menyayangkan insiden yang terjadi pada Sabtu (9/5/2026) tersebut. Ia menekankan pentingnya juri bersikap objektif serta responsif terhadap keberatan peserta.

Selain itu, ia tak menampik adanya unsur kelalaian panitia dan juri. Kelaian itu menyangkut teknis tata suara dan mekanisme banding.

Oleh sebab itu, Akbar menyatakan MPR akan segera melakukan evaluasi penuh.

"Saya melihat, lomba cerdas cermat ini perlu dievaluasi supaya lebih baik. Jangan ada lagi kejadian seperti ini," ucapnya.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement