Senin 11 May 2026 18:00 WIB

Kompetisi Sains Siswa Muslim Dorong Pelajar Kuasai STEM dan AI

Penguasaan sains dan matematika menjadi kebutuhan utama di era AI.

Kegiatan Kompetisi Sains Siswa Muslim Indonesia (KOSSMI) 2026 di Bandung, Jawa Barat.
Foto: Istimewa
Kegiatan Kompetisi Sains Siswa Muslim Indonesia (KOSSMI) 2026 di Bandung, Jawa Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Penguatan pendidikan sains dan teknologi dinilai semakin mendesak di tengah percepatan transformasi digital. Kompetisi sains tingkat nasional menjadi salah satu ruang pembinaan talenta muda untuk menghadapi kebutuhan masa depan pendidikan dan industri berbasis teknologi.

Kompetisi Sains Siswa Muslim Indonesia (KOSSMI) 2026 digelar sebagai ajang pengembangan pelajar di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) serta kecerdasan artifisial (AI). Kompetisi yang diselenggarakan ABAK Academy tersebut diikuti ribuan peserta jenjang SD/MI hingga SMA/MA dari berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga

Puncak pelaksanaan KOSSMI 2026 berlangsung pada 9-10 Mei 2026 di Telkom University dengan menghadirkan sekitar 1.300 finalis nasional. Cabang lomba mencakup IPA, Matematika, IPS, dan Robotik untuk jenjang SD dan SMP, serta bidang AI, Informatika, Astronomi, Kebumian, Ekonomi, Geografi, Fisika, Kimia, Biologi, dan Matematika pada tingkat SMA.

Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Moch Abduh dalam sambutan daring pada penutupan kegiatan menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kompetisi yang dinilai berkontribusi dalam memperkuat ekosistem STEM nasional.

Menurutnya, penguasaan sains dan matematika menjadi kebutuhan utama di era perkembangan teknologi dan kecerdasan artifisial.

Moch Abduh mengatakan, kompetisi seperti KOSSMI mendukung implementasi kebijakan pendidikan berbasis STEM yang tengah dikembangkan pemerintah. “Pembangunan ekosistem STEM membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, komunitas pendidikan, hingga masyarakat,” kata Abduh dalam siaran pers yang diterima pada Senin (11/5/2026).

Presiden sekaligus inisiator KOSSMI dan Direktur ABAK Academy, Munasprianto Ramli, mengatakan, kompetisi tersebut tidak hanya berorientasi pada capaian juara, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kepercayaan diri peserta. Ia berharap pengalaman kompetisi serta kesempatan mengikuti EduTrip internasional dapat mendorong siswa terus mengembangkan potensi di bidang sains dan teknologi.

Direktur Pemasaran dan Admisi Telkom University, Agus Ahmad Suhendra, menyampaikan dukungan perguruan tinggi dalam pengembangan talenta sains nasional. Telkom University memberikan golden ticket kepada peraih medali emas sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi akademik peserta.

Selain medali kompetisi, KOSSMI 2026 juga memberikan penghargaan bagi peserta dengan nilai tertinggi melalui program EduTrip ke Singapura dan Malaysia. Program tersebut menghadirkan kunjungan ke sejumlah kampus internasional dan kegiatan edukatif untuk memperluas wawasan global peserta.

Pada kategori sekolah, SD Islam Tugasku menjadi juara umum tingkat SD dengan tiga medali emas. MTsN 1 Kota Malang meraih juara umum tingkat SMP dengan lima medali emas.

Di tingkat SMA, MAN Kota Malang memperoleh delapan medali emas, disusul MAN 2 Kota Pekanbaru dengan tujuh medali emas, serta MAN Insan Cendekia Serpong dan MAN Insan Cendekia Padang Pariaman yang masing-masing meraih enam medali emas.

Penyelenggaraan KOSSMI 2026 menunjukkan meningkatnya minat pelajar Indonesia terhadap penguasaan sains, teknologi, dan kecerdasan artifisial. Kompetisi ini juga menjadi ruang pembelajaran yang menumbuhkan kolaborasi, inovasi, serta kesiapan generasi muda menghadapi tantangan ekonomi berbasis pengetahuan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement