Senin 11 May 2026 15:25 WIB

Warga Sudah Curiga Aktivitas Ratusan WNA di Hayam Wuruk, Datang Bergerombol Tanpa Interaksi

Warga asing itu hampir tak pernah keluar gedung, makan pesan lewat ojek online.

Rep: Noor Alfian Khoir/ Red: Teguh Firmansyah
Keterangan warga terkait aktivitas mencurigakan WNA di gedung perkantoran Hayam Wuruk, Jakarta Barat, (11/5/2026).
Foto: Alfian Republika
Keterangan warga terkait aktivitas mencurigakan WNA di gedung perkantoran Hayam Wuruk, Jakarta Barat, (11/5/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktivitas ratusan warga negara asing (WNA) di sebuah gedung perkantoran kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, ternyata dicurigai warga sekitar sebelum akhirnya digerebek aparat kepolisian terkait praktik judi online (judol) lintas negara.

Sejumlah warga mengaku heran lantaran gedung yang sebelumnya dikenal sebagai pusat pertokoan dan perkantoran itu mendadak dipenuhi lalu lalang orang asing dan pengemudi ojek online yang silih berganti mengantarkan makanan setiap hari.

Baca Juga

“Kalau curiga, ya curiga. Namanya warga, lihat ramai terus tiap hari, jadi mikir ini kerja apaan,” kata Darma (56), warga sekitar, saat ditemui di lokasi, Senin (11/5/2026).

Menurut Darma, aktivitas mencurigakan itu mulai terlihat sekitar sebulan terakhir. Ia menyebut kelompok WNA datang bergerombol hampir setiap hari, terutama pada pagi hari. “Pagi datang delapan orang, nanti datang lagi empat orang. Tiap hari begitu. Kalau malam juga ramai terus,” katanya.

Darma mengatakan para WNA itu jarang berinteraksi dengan warga sekitar. Mereka juga disebut hampir tidak pernah keluar gedung selain untuk keperluan tertentu. Kebutuhan makan sehari-hari lebih sering dipesan melalui layanan ojek online.

“Gojek sama Grab tiap hari ke sini. Pagi, siang, malam, bahkan subuh juga ada. Mereka enggak pernah beli di warung sekitar. Dan pesanan meraka itu banyak ada yang hampir 1 juta pernah saya tanya,” katanya.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement