REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Festival budaya China yang digelar di Kota Lujan, Provinsi Buenos Aires, Argentina, menjadi ajang penguatan pertukaran budaya antara Argentina dan China. Pemerintah setempat menyebut acara tersebut tidak lagi sekadar festival wisata, melainkan bagian dari hubungan budaya jangka panjang kedua negara.
Pejabat kebudayaan dan pariwisata Lujan, Capelli, mengatakan festival itu terus berkembang dari tahun ke tahun dan menarik antusiasme publik yang semakin besar. Menurut dia, sejumlah kota lain di Provinsi Buenos Aires juga mulai menunjukkan minat untuk menggelar acara serupa.
“Setiap edisi terus berkembang. Semakin besar dan semakin meriah setiap tahunnya,” kata Capelli kepada Xinhua pada Senin (11/5/2026).
Ia menilai meningkatnya minat tersebut menunjukkan meluasnya ketertarikan masyarakat Argentina terhadap pertukaran budaya dengan China.
Festival tersebut menampilkan berbagai pertunjukan seni tradisional China, termasuk demonstrasi seni bela diri wushu yang dipimpin Klub Wushu Argentina. Klub itu didirikan pada 2008 oleh master asal China, Chen Min.
Chen mengatakan kegiatan budaya semacam itu menjadi sarana untuk mempererat hubungan masyarakat kedua negara sekaligus memperdalam saling pengertian budaya.
“Budaya Tiongkok sangat kaya dan memiliki sejarah lebih dari 5.000 tahun. Acara seperti ini membantu kita saling memahami dengan lebih baik,” ujar Chen.
Selain pertunjukan wushu, festival juga menghadirkan permainan alat musik tradisional guzheng, pertunjukan tango Argentina, serta berbagai kegiatan interaktif bagi pengunjung.
Acara tersebut diselenggarakan oleh kantor kebudayaan dan pariwisata Kota Lujan bersama Klub Wushu Argentina, dengan dukungan Federasi Wushu Argentina dan sejumlah lembaga budaya lainnya.
Kekhasan Bela Diri Wushu
Seni bela diri tradisional China, wushu, terus berkembang di berbagai negara dan menjadi bagian dari diplomasi budaya Beijing di tingkat global. Di Argentina, olahraga tersebut semakin dikenal masyarakat melalui festival budaya, pertunjukan seni, dan aktivitas komunitas bela diri.




