Sabtu 09 May 2026 14:04 WIB

BNPB Masih Cari Tiga Pendaki Hilang Pascaperupsi Gunung Dukono

Dua WNA terdeteksi dekat bibir kawah, tetapi evakuasi terkendala aktivitas vulkanik.

Erupsi Gunung Dukono terlihat dari Kota Tobelo di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Jumat (2/5/2025). Berdasarkan data Pos PGA Dukono, letusan Gunung Dukono pada Kamis (1/5/2025) mulai pukul 00.00 hingga 24.00 WIT terjadi sebanyak 219 kali dengan tinggi kolom abu mulai dari 400-500 meter condong ke arah timur-timur laut.
Foto: ANTARA FOTO/Andri Saputra
Erupsi Gunung Dukono terlihat dari Kota Tobelo di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Jumat (2/5/2025). Berdasarkan data Pos PGA Dukono, letusan Gunung Dukono pada Kamis (1/5/2025) mulai pukul 00.00 hingga 24.00 WIT terjadi sebanyak 219 kali dengan tinggi kolom abu mulai dari 400-500 meter condong ke arah timur-timur laut.

REPUBLIKA.CO.ID, HALMAHERA UTARA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menginformasikan tim SAR gabungan masih melakukan operasi pencarian terhadap tiga pendaki yang hilang pascaerupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan yang diterima di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (9/5/2026), mengatakan dua dari tiga pendaki yang hilang merupakan warga negara asing (WNA), sementara satu lainnya warga negara Indonesia (WNI).

"Pada hari kedua operasi ini, tim memfokuskan pencarian di area yang diduga menjadi titik keberadaan korban. Posisi dua WNA sempat terdeteksi berada pada jarak 20 hingga 30 meter dari bibir kawah utama,” kata Abdul.

Baca Juga

BNPB melaporkan meskipun posisi dua WNA tersebut sudah diketahui, proses evakuasi belum dapat dilakukan karena kondisi medan yang ekstrem dan aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang masih sangat tinggi.

Sementara itu, satu pendaki WNI hingga kini masih dalam proses pelacakan dan belum terdeteksi keberadaannya.

Abdul menegaskan seluruh personel di lapangan wajib mengutamakan keselamatan dan mengikuti rekomendasi Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono dari Badan Geologi mengingat status gunung tersebut berada pada Level II atau Waspada.

 

 

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement