REPUBLIKA.CO.ID, SOLOK, – Pemerintah Kota (Pemkot) Solok bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) setempat mengambil langkah strategis dalam memperkuat pendidikan keagamaan di Solok, Sumatera Barat. Langkah ini bertujuan untuk mengembangkan pembinaan generasi muda berbasis nilai-nilai Al Quran.
Wakil Wali Kota Suryadi Nurdal menyatakan bahwa Pemkot Solok dan Kemenag terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan melalui sinkronisasi program. Salah satu fokus utamanya adalah Program Khatam Quran, yang menekankan pentingnya kemampuan membaca Al Quran dengan baik dan benar, bukan sekadar seremonial.
Lebih lanjut, Suryadi mendorong peran Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) dalam menghidupkan pondok-pondok pendidikan Al Quran sebagai pusat pembinaan generasi Qurani. Selain itu, ia menekankan perlunya pengawasan terhadap pondok pesantren untuk memastikan mutu pendidikan dan pembinaan sesuai harapan.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kota Solok, Amril, menyatakan kesiapan pihaknya untuk bersinergi dengan Pemkot dalam mencetak generasi Qurani yang tidak hanya mampu membaca Al Quran, tetapi juga mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini.
Dengan adanya sinergi ini, Pemkot Solok dan Kemenag berharap dapat melahirkan generasi muda yang unggul secara intelektual dengan fondasi keimanan dan akhlak yang kuat.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.




