REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR – Pewarta foto Republika Edwin Dwi Putranto sabet salah satu penghargaan tertinggi untuk karya foto jurnalistik di Tanah Air. Ia diganjar piala Anugerah Pewarta Foto Indonesia (APFI) Tahun 2026 untuk kategori Foto Cerita Spot.
Karyanya esainya berjudul “Desa Hilang Tersapu Banjir” menggambarkan kondisi Desa Garoga di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara yang luluh lantak diterjang banjir bandang dan tanah longsor pada Sabtu (6/12/2025).
Desa Garoga, tersebut merupakan salah satu daerah paling parah terdampak bencana banjir dan longsor yang melanda Sumatera akhir tahun lalu. Foto-foto dari daerah-daerah yang dilanda banjir bandang kala itu tak hanya menggambarkan bencana alam, tetapi juga membangun kesadaran soal parahnya deforestasi di Sumatera.
Edwin mengatakan ia bersyukur atas pencapaian ini. " Bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga pengingat bahwa karya foto jurnalistik memiliki tanggung jawab untuk merekam realitas peristiwa, menyuarakan kemanusiaan dan menyampaikan cerita yang mungkin tak terucap lewat kata-kata," ujarnya.
Ia menuturkan, setiap karya foto jurnalistik lahir dari proses panjang, kesabaran menunggu momen, keberanian berada di lapangan, dan dukungan banyak pihak. "Penghargaan ini bukan hanya untuk saya pribadi, namun juga untuk semua rekan Republika dan semua orang yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan saya sebagai pewarta foto."
Organisasi Pewarta Foto Indonesia (PFI) kembali menggelar APFI Tahun 2026 di Auditorium Sekretariat Daerah, Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (8/5/2026). Anugerah Pewarta Foto Indonesia pada tahun ini memasuki tahun ke-16, penyelenggaraannya.
Dilansir laman resmi PFI, dari tahun ke tahun sejak pertama kali digelar, jumlah submisi karya terus meningkat. Apresiasi masyarakat terhadap karya foto para jurnalis yang pada tahun ini juga dipamerkan di Taman Siliwangi, Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bogor, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, terus meningkat. Ribuan orang datang langsung ke Taman Siliwangi untuk melihat langsung pameran karya pewarta foto yang disiarkan selama periode setahun terakhir.
“Foto yang mendaftar untuk APFI 2026 sebanyak 2.322 karya, tetapi yang lolos verifikasi hanya 1.831 karya dengan 127 fotografer anggota PFI dan 27 fotografer citizen journalist,” kata Ketua Umum PFI Pusat Dwi Pambudo disapa Dido menjelaskan. Ia menegaskan, APFI saat ini merupakan penghargaan fotografi paling bergengsi di Tanah Air.
Selain pewarta Republika, sejumlah karya berhasil menyabet piala Anugerah Pewarta Foto Indonesia Tahun 2026. “Dewan Juri memilih karya dari jurnalis foto Fauzan yang diberi judul Demonstrasi atas Tewasnya Ojol yang Terlindas Rantis Brimob tersebut dipilih oleh Dewan Juri sebagai peraih Alex dan Frans Mendur Trophy APFI Photo of The Year dalam kategori Foto Spot Anugerah Pewarta Foto Indonesia 2026,” kata Dwi Pambudo.
Dari General News kategori tunggal, piala diberikan kepada foto berjudul “Evakuasi Jenazah Korban Ponpes Al-Khoziny” yang merupakan karya jurnalis foto Umarul Faruq, wartawan foto LKBN ANTARA yang sehari-hari berdinas di Sidoarjo, Jawa Timur. Kemudian, kategori foto cerita dimenangkan oleh jurnalis foto Rivan Awal Lingga dari LKBN ANTARA untuk karya berjudul “Kidung Sederhana di Tanah Bencana”.
Sedangkan piala APFI 2026 untuk kategori foto tunggal People in the News diraih oleh Jeprima WD, dari Tribunnews.com untuk karya berjudul “Tom Lembong Bebas”. Sementara itu, Anugerah Pewarta Foto Indonesia untuk kategori foto cerita People in the News diraih oleh Adi Maulana Ibrahim, jurnalis foto CNN Indonesia, untuk karya berjudul “Mengantar Kepergian Affan Kurniawan”.
Dari kategori foto tunggal Nature & Environment, piala APFI 2026 diraih oleh Totok Wijayanto, pewarta foto dari Harian Kompas, untuk karya berjudul “Kondisi Pascabanjir di Aceh Tamiang”, kemudian untuk kategori foto cerita Nature & Environment disabet oleh Chaideer Mahyuddin, jurnalis foto AFP Biro Jakarta untuk karya atas berjudul “The Last Hope”.
Piala APFI 2026 kategori foto tunggal Art & Entertainment diraih oleh Wahdi Septiawan, pewarta foto LKBN ANTARA, untuk karya berjudul “Bekarang-Riang”, sementara foto cerita kategori foto cerita Art & Entertainment disabet oleh Andry Denisah, pewarta foto LKBN ANTARA, untuk karya berjudul “Wowine Wakatobi sebagai Simbol Kekuatan dan Kemandirian Perempuan”.
Kategori selanjutnya yaitu foto tunggal Sport dimenangkan oleh jurnalis foto Harian Kompas Adryan Yoga untuk karya berjudul “Kutukan Marques di Mandalika”, kemudian untuk kategori foto cerita Sport dimenangkan oleh Agatha Capri untuk karya berjudul “Dunia Singgah di Tanah Tertinggal”.
Terakhir, piala APFI 2026 kategori foto tunggal Citizen dimenangkan oleh Fajar Samsumar untuk karya foto berjudul “Cumulonimbus Raksasa Langit Pembawa Bencana”.




