Jumat 08 May 2026 08:12 WIB

Kenang Operasi Sindoor, PM Modi: India Tunjukkan Keberanian

Modi pun menegaskan kembali komitmen negaranya untuk menjaga keamanan nasional.

Perdana Menteri India Narendra Modi mengenang setahun Operasi Sindoor.
Foto: EPA
Perdana Menteri India Narendra Modi mengenang setahun Operasi Sindoor.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi pada Kamis (8/5/2026), mengatakan, Operasi Sindoor mencerminkan respons tegas India terhadap terorisme. Dia pun menegaskan kembali komitmen negaranya untuk menjaga keamanan nasional.

Dalam rangka memperingati ulang tahun operasi tersebut, kata Modi, Angkatan Bersenjata India telah menunjukkan "keberanian, ketepatan, dan tekad yang tak tertandingi" dan memberikan "tanggapan yang setimpal" kepada mereka yang menyerang warga India yang tidak bersalah di Pahalgam.

Baca Juga

"Setahun yang lalu, Angkatan Bersenjata kita menunjukkan keberanian, ketepatan, dan tekad yang tak tertandingi selama Operasi Sindoor. Mereka memberikan tanggapan yang setimpal kepada mereka yang berani menyerang warga India yang tidak bersalah di Pahalgam. Seluruh bangsa memberi hormat kepada pasukan kita atas keberanian mereka," kata Modi dalam unggahan di X.

Menurut Modi, operasi tersebut menyoroti profesionalisme, kesiapan, dan kekuatan terkoordinasi dari Angkatan Bersenjata. Dia menjelaskan, operasi militer itu juga menunjukkan peningkatan kerja sama antarangkatan dan menunjukkan manfaat dari upaya India untuk kemandirian di sektor pertahanan.

"Pada saat yang sama, operasi tersebut menunjukkan peningkatan kerja sama antar angkatan dan menggarisbawahi kekuatan yang telah diberikan oleh upaya India untuk kemandirian di sektor pertahanan bagi keamanan nasional kita," ucap Modi.

Dia menyebut, India tetap teguh dalam tekadnya untuk mengalahkan terorisme dan membongkar ekosistem yang mendukungnya. "Hari ini, setahun kemudian, kami tetap teguh seperti sebelumnya dalam tekad kami untuk mengalahkan terorisme dan menghancurkan ekosistem yang memungkinkannya," ujar Modi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement