Kamis 07 May 2026 17:49 WIB

TVRI Gratiskan Cuplikan 90 Detik Piala Dunia 2026 untuk Media, Nobar UMKM tanpa Sponsor Digratiskan

Kurniawan Dwi Yulianto dan Luciano Leandro terlibat sebagai pundit di TVRI.

Rep: Fitriyanto/ Red: Israr Itah
Konferensi pers Piala Dunia 2026 di TVRI, Kamis (7/6/2026).
Foto: REPUBLIKA/Fitriyanto
Konferensi pers Piala Dunia 2026 di TVRI, Kamis (7/6/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- TVRI sebagai pemegang hak siar resmi dari FIFA memastikan media massa dapat menggunakan cuplikan pertandingan Piala Dunia FIFA 2026 secara gratis untuk kepentingan pemberitaan. Lembaga penyiaran publik itu memberikan akses cuplikan berdurasi 90 detik dari setiap pertandingan dengan ketentuan hanya digunakan untuk program berita dan nonkomersial.

Direktur Pengembangan dan Usaha LPP TVRI Retno Wulan Kartiko Purbodjati mengatakan, TVRI juga membuka kesempatan penyelenggaraan nonton bareng (nobar) piala dunia 2026 secara luas kepada masyarakat melalui mekanisme lisensi resmi.

Baca Juga

“Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) tanpa sponsor nobarnya gratis. Kementerian dan lembaga negara juga gratis,” ujar Wulan dalam konferensi pers di Media Center TVRI, Jakarta, Kamis (7/5/2026).

TVRI membuka pendaftaran lisensi nobar melalui Bola Gembira TVRI. Menurut Wulan, langkah ini dilakukan agar masyarakat di berbagai daerah, termasuk wilayah terpencil, tetap bisa menikmati siaran Piala Dunia secara gratis.

Ia menegaskan terdapat dua kategori nobar yang harus diperhatikan masyarakat, yakni komersial dan nonkomersial. TVRI meminta penyelenggara mengikuti aturan lisensi agar pelaksanaan nobar tetap tertib dan sesuai regulasi FIFA.

Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Trunoyudo Wisnu Andiko memastikan Polri siap mendukung pengamanan kegiatan nobar di seluruh Indonesia.

Menurut dia, antusiasme masyarakat terhadap Piala Dunia merupakan hal positif yang perlu dijaga bersama. “Budaya nobar perlu kesadaran bersama. Penyelenggara, tokoh masyarakat, dan Polri berkewajiban melakukan pengamanan,” katanya.

Trunoyudo menilai kehadiran TVRI sebagai pemegang hak siar menjadi simbol hadirnya negara di tengah masyarakat. Selain memberi hiburan, kegiatan nobar juga diyakini mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.

Polri, kata dia, akan melibatkan jajaran Polda hingga Polres dalam pengamanan kegiatan nobar. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan seperti penipuan penyelenggara, konflik antarsuporter, hingga praktik judi bola.

“Fanatisme jangan sampai merugikan. Kalah-menang hanyalah bagian dari olahraga,” ujarnya.

Di sisi lain, Chief Editor Siaran Piala Dunia TVRI Usman Kansong mengungkapkan TVRI tengah mematangkan berbagai persiapan siaran.

TVRI akan menayangkan total 104 pertandingan Piala Dunia 2026, dengan 98 pertandingan disiarkan langsung dan enam laga ditayangkan tunda pada 25-28 Juni 2026 karena jadwal bentrok. Penayangan akan dibagi melalui TVRI Nasional dan TVRI Sport.

“Kami menyiapkan pre-match, match, hingga post-match. Semua harus direncanakan dengan matang,” kata Usman.

TVRI juga menggandeng sejumlah komentator dan pundit dari kalangan jurnalis, mantan pemain, hingga mantan pelatih. Nama-nama seperti Kurniawan Dwi Yulianto dan Luciano Leandro disebut akan terlibat dalam siaran.

Terkait penggunaan cuplikan pertandingan, Usman menegaskan media hanya diperbolehkan menayangkan cuplikan pertandingan termasuk rekaman proses terjadinya gol durasi maksimal 90 detik untuk setiap pertandingan dan hanya dapat diputar dua kali sesuai ketentuan FIFA.

“Tujuannya untuk pemberitaan, bukan komersial,” ujarnya.

Media yang ingin memperoleh akses cuplikan diwajibkan melakukan pendaftaran terlebih dahulu melalui TVRI. Untuk daerah, koordinasi akan dilakukan melalui 34 stasiun TVRI di seluruh Indonesia.

Usman juga mengingatkan bahwa di luar pemegang hak siar resmi, FIFA melarang penayangan pertandingan baik secara langsung maupun tunda tanpa izin. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement