Kamis 07 May 2026 00:00 WIB

PII dan Kemenlu Bahas Diplomasi Keinsinyuran ke Myanmar

PII bertemu Kemenlu untuk persiapan diplomasi keinsinyuran ke Myanmar dan konferensi CAFEO di Bandung.

Rep: antara/ Red: antara
PII temui Sekjen Kemenlu untuk persiapan agenda diplomasi keinsinyuran.
Foto: antara
PII temui Sekjen Kemenlu untuk persiapan agenda diplomasi keinsinyuran.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Perwakilan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) mengadakan pertemuan dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri, Denny Abdi, Rabu lalu. Pertemuan tersebut bertujuan membahas agenda diplomasi keinsinyuran yang akan dilakukan PII, termasuk menghadiri pertemuan ASEAN Federation of Engineering Organisations (AFEO) Mid-Term Meeting di Yangon, Myanmar, pada 28-30 Juni.

Deputi Ketua Umum PII Bidang Kerja Sama Keinsinyuran Internasional, Andre Mulpyana, menjelaskan bahwa PII meminta informasi mengenai keamanan di Myanmar, mengingat adanya undangan dari AFEO. Permintaan ini didasari oleh berbagai informasi mengenai situasi di Myanmar.

Menanggapi hal itu, Kemenlu langsung menghubungi Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) Kedutaan Besar Republik Indonesia di Yangon, Novan Ivanhoe Soleh, melalui panggilan video. Berdasarkan laporan dari Novan, kondisi Myanmar, khususnya di Yangon, dinyatakan aman untuk dikunjungi meski sering kali media asing memberitakan situasi yang kurang akurat.

Diplomasi Keinsinyuran ASEAN

Pertemuan itu juga membahas rencana Conference of ASEAN Federation of Engineering Organisations (CAFEO) yang akan diadakan di Bandung, Jawa Barat, pada 20-22 Oktober 2026. Ketua Umum PII, Ilham Akbar Habibie, menyatakan bahwa CAFEO akan menjadi forum pertukaran pengetahuan dan inovasi, serta penguatan jejaring keinsinyuran di ASEAN.

Ilham menambahkan bahwa CAFEO di Bandung akan menampilkan berbagai showcase industri teknik nasional kepada para tokoh insinyur dari negara-negara anggota ASEAN.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara
Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement