Rabu 06 May 2026 18:30 WIB

Ruang Publik Jadi Media Belajar Arsitektur di Kawasan Urban

Kegiatan dirancang agar arsitektur dapat dirasakan secara langsung melalui aktivitas.

Kegiatan Archworks X Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) di Bintaro, yang digelar sebagai media pembelajaran arsitektur bagi masyarakat luas.
Foto: UPJ.
Kegiatan Archworks X Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) di Bintaro, yang digelar sebagai media pembelajaran arsitektur bagi masyarakat luas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Arsitektur mulai didorong keluar dari ruang akademik menuju interaksi langsung dengan masyarakat. Pendekatan partisipatif dinilai penting agar pemahaman ruang dan lingkungan binaan tidak hanya menjadi wacana teknis, tetapi bagian dari pengalaman publik sehari-hari.

Pendekatan tersebut terlihat dalam penutupan Archworks X Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) di Bintaro, Tangerang Selatan, 4 Mei 2026. Kegiatan penutup tidak dikemas sebagai seremoni formal, melainkan melalui aktivitas terbuka yang melibatkan mahasiswa, komunitas, pelaku UMKM, hingga warga sekitar.

Baca Juga

Sejak pagi, kawasan kampus dipadati pengunjung yang mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari bazar UMKM, diskusi arsitektur, lomba mewarnai anak, hingga aktivitas rekreatif seperti memancing. Interaksi lintas kelompok ini menunjukkan upaya mendekatkan praktik arsitektur dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Archworks merupakan agenda tahunan mahasiswa Program Studi Arsitektur dan Program Profesi Arsitek UPJ sebagai ruang eksplorasi dan kolaborasi lintas disiplin di bidang arsitektur dan lingkungan binaan. Pada edisi ke-10, kegiatan mengusung tema “Designing Presence: Space, Memory, and Belonging” yang menyoroti relasi antara ruang, pengalaman, dan rasa memiliki.

Selama hampir satu bulan sejak 6 April 2026, rangkaian kegiatan meliputi simposium, workshop, kompetisi desain, pameran karya, serta festival interaktif yang melibatkan mahasiswa, akademisi, praktisi, dan masyarakat umum.

Ketua Pelaksana Archworks X Agnes Claudia menjelaskan, pendekatan kegiatan dirancang agar arsitektur dapat dirasakan secara langsung melalui aktivitas publik. Ia mengatakan, “Arsitektur tidak hanya soal bangunan, tapi juga bagaimana ruang bisa dirasakan dalam aktivitas sehari-hari,” kata Agnes, Rabu (6/5/2026).

Pembina himpunan Ar. Lutfi Aulia Makarim menilai kegiatan tersebut membuka ruang dialog yang lebih luas antara akademisi dan masyarakat. Ia mengatakan, “Kami ingin masyarakat juga bisa memahami arsitektur sebagai bagian dari kehidupan mereka.”

Berbagai area kampus dimanfaatkan sebagai lokasi kegiatan, mulai dari Aula Gedung B hingga Plaza Riverside, sekaligus menunjukkan fleksibilitas ruang dalam mendukung aktivitas sosial dan edukasi. Archworks X juga melibatkan kolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi di Jabodetabek serta komunitas kreatif untuk memperkaya perspektif dalam pembahasan arsitektur.

Digelar di kawasan Bintaro yang berkembang sebagai wilayah urban baru, kegiatan ini memperlihatkan peran kampus sebagai ruang publik yang terhubung dengan dinamika kota. Archworks X sekaligus menjadi bagian dari perayaan 15 tahun UPJ yang mendorong kampus hadir sebagai ruang terbuka, inklusif, dan partisipatif bagi masyarakat.

Pendekatan interaktif dinilai menjadi model pembelajaran arsitektur ke depan, di mana pemahaman ruang tidak hanya dibangun melalui teori, tetapi melalui pengalaman langsung warga dalam menggunakan dan merasakan ruang bersama.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement