REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi bertemu dengan diplomat tertinggi China di Beijing pada Rabu. Pertemuan ini menggarisbawahi hubungan erat antara kedua negara.
Kunjungan Araqchi yang diumumkan oleh kantor berita negara Xinhua, adalah perjalanan pertama sang menteri ke China sejak perang AS-Israel di Iran.
Serangan itu memicu guncangan pasokan minyak global paling parah dalam sejarah dan merusak keamanan energi China, importir minyak mentah terbesar di dunia.
Dalam pertemuan itu, Menteri Luar Negeri China Wang Yi menilai aksi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sebagai "tidak sah".
Wang menyatakan bahwa Timur Tengah berada pada titik nadir yang menentukan. "Gencatan senjata komprehensif sangat diperlukan untuk stabilitas regional," ujarnya.
Ia juga menegaskan kembali komitmen Beijing terhadap upaya de-eskalasi.Dialog langsung antara kedua pihak dinilai sangat penting.
Menteri Luar Negeri Araghchi pun menyampaikan apresiasi atas sikap tegas China, dalam mengutuk perang AS-Israel. Ia mengatakan kerja sama antara Teheran dan Beijing akan menjadi lebih kuat dari sebelumnya.
Lihat postingan ini di Instagram