REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU – Viral kapal-kapal di Indramayu, pantai utara, tidak bisa melaut karena biaya bahan bakar yang mahal.
Para pemilik kapal maupun nelayan yang menjadi anak buah kapal (ABK) di Kabupaten Indramayu sedang resah.
Sejak Lebaran Idul Fitri lalu, kapal mereka belum bisa kembali berlayar karena persoalan harga solar nonsubsidi di luar jangkauan.
Di Pelabuhan Perikanan Karangsong, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, ada lebih dari 100 kapal yang kini tak melaut. Dampaknya, ribuan ABK jadi menganggur.
Haji Tisa, seorang juragan pemilik 11 kapal di Karangsong, Kecamatan/Kabupaten Indramayu mengatakan, sudah hampir dua bulan ini, belasan kapalnya lego jangkar di sekitar perairan Karangsong.
Tisa mengatakan, dari jumlah kapalnya itu, sebanyak lima di antaranya berbobot diatas 30 gross ton (GT) atau merupakan pengguna solar nonsubsidi. Sedangkan enam kapal lainnya, berbobot dibawah 30 GT atau pengguna solar subsidi.
“Semuanya belum ada yang berangkat melaut lagi karena terkendala solar,” kata Tisa, Selasa (5/5/2026).
Tisa mengatakan, harga solar nonsubsidi harganya melonjak tinggi dan terus mengalami perubahan secara cepat. Hal itulah yang menyebabkan kapal-kapal diatas 30 GT miliknya kini tak bisa beroperasi.
Lihat postingan ini di Instagram