Selasa 05 May 2026 14:37 WIB

Disebut HRS Jadi 'Jenderal Baliho' Bisiki Presiden Soal Kabur ke Yaman, Begini Respons Dudung

Dudung sebut narasi kabur ke Yaman bukan dari dirinya.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (27/4/2026).
Foto: Republika/Erik Purnama Putra
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (27/4/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  -- Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman menegaskan hingga saat ini, secara pribadi tidak lagi memiliki persoalan dengan Habib Rizieq Shihab. Pernyataan itu untuk merespons tudingan HRS soal istilah 'Jenderal Baliho' yang dianggap mempengaruhi Presiden saat pidato tentang 'kabur ke Yaman.' 

"Karena itu, sekarang ramai seakan-akan bahwa saya jadi KSP, kemudian akhirnya narasi dari Bapak Presiden itu muncul. Ya, itu bukan, bukan dari saya," ujar Dudung saat ditemui di Kantor KSP, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa,.

Baca Juga

Sebelumnya, Rizieq melalui kanal YouTube Islamic Brotherhood Television menyinggung pidato Presiden Prabowo Subianto soal warga negara Indonesia (WNI) yang menyebut 'Indonesia Gelap' untuk kabur ke Yaman saja.

Rizieq menyebut bahwa ucapan Presiden telah dipengaruhi oleh seseorang yang dia sebut sebagai "Jenderal Baliho". Julukan ini diduga diarahkan kepada Dudung Abdurachman karena pernah menertibkan atribut FPI.

Dudung menjelaskan, polemik penurunan baliho beberapa tahun lalu dilakukan dalam konteks penegakan aturan setelah organisasi Front Pembela Islam (FPI) dibekukan pemerintah.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement