Senin 04 May 2026 15:31 WIB

Potongan Dipangkas Jadi 8 Persen, Pengemudi Ojol Tetap Was-Was, Ini yang Ditakutkan

Kebijakan pemangkasan tarif berbagai ojol jadi cuma 8 persen dinilai baik jika berjal

Rep: Bayu Adji Prihammanda/ Red: Teguh Firmansyah
Pengemudi ojek online
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Pengemudi ojek online

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Prabowo Subianto mengeklaim telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online. Salah satu poin dalam Perpres itu adalah mengenai potongan aplikator, yang maksimal hanya 8 persen dari tarif.

Kabar yang disampaikan Prabowo saat peringatan May Day di kawasan Monumen Nasional (Monas) pada Jumat (1/5/2026) itu dinilai membawa angin segar bagi para pengemudi ojek online (ojol). Mengingat, selama ini besaran potongan yang diterapkan aplikator kepada mitra dianggap terlalu tinggi.

Baca Juga

Meski begitu, tidak semua pengemudi atau driver ojol yakin kebijakan itu bisa diterapkan dengan mudah. Pasalnya, mereka menganggap aplikator tidak akan mau kehilangan keuntungan begitu saja.

Salah seorang driver ojol, Agus (46 tahun), mengaku menyambut positif kebijakan baru soal pemotongan tarif transportasi online yang diklaim sudah diteken Presiden itu. Menurut dia, kebijakan itu akan sangat baik baginya apabila benar-benar bisa diterapkan.

"Kalau misalkan beneran mah ya alhamdulillah lah. Karena emang driver selama ini kan potongannya ya lumayan. Lumayan, lumayan gede lah. Ya kalau misalnya bener, ya alhamdulillah, itu yang diharapkan driver sih kalau menurut gua mah," kata dia kepada Republika, Senin (4/5/2026).

Lelaki yang telah menjadi driver ojol sejak 2017 itu mengatakan, selama ini aturan potongan yang diterapkan maksimal 20 persen dari tarif. Namun, dalam praktiknya di lapangan, potongan itu bisa melebihi batas tersebut.

Karena itu, ia tidak yakin bahwa kebijakan baru yang telah diteken Prabowo bisa diberlakukan tanpa ada yang dikorbankan. Pasalnya, aplikator pada dasarnya pasti ingin mencari untung sebesar-besarnya. "Aplikator pasti maunya untung," kata dia.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement