REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pelatih Arne Slot meluapkan kekesalannya usai Liverpool tumbang 2-3 dari Manchester United dalam lanjutan Liga Primer Inggris, Ahad (3/5/2026). Ia menilai keputusan video asisten wasit (VAR) kembali merugikan timnya, meski tetap mengakui adanya kelemahan internal yang harus segera dibenahi.
Kekalahan ini tak lepas dari kontroversi gol kedua United yang dicetak Benjamin Sesko pada menit ke-14. Gol tersebut sempat ditinjau karena dugaan handball. Namun, wasit Darren England tetap mengesahkannya setelah konfirmasi dari petugas VAR Stuart Attwell.
“Jika itu handball, yang menurut saya memang demikian, maka kita harus berdebat apakah itu cukup untuk membatalkan gol,” kata Slot dengan nada tinggi dalam konferensi pers, dikutip dari BBC.
Meski demikian, Slot tidak menutup mata terhadap kesalahan timnya sendiri. Ia menyoroti kebiasaan Liverpool kebobolan gol akibat kesalahan elementer.
“Kami kalah bukan hanya karena handball. Kami kehilangan bola di posisi yang bodoh. Ini pola yang sama sepanjang musim,” ujarnya.
Pandangan serupa datang dari legenda Inggris, Alan Shearer, yang menilai insiden tersebut layak disebut handball. “Saya tidak ingin gol dibatalkan karena itu, tetapi jika hukum diterapkan, seharusnya gol itu dianulir,” kata Shearer.
Di luar kontroversi, kekalahan ini memperlihatkan penurunan performa Liverpool. Meski suporter sempat meneriakkan “juara” di Old Trafford, kenyataannya tim Merseyside itu kini jauh dari performa musim lalu. Bahkan, United yang musim lalu tertinggal 42 poin kini berpeluang finis di atas Liverpool.