Ahad 03 May 2026 14:52 WIB

Kemenlu Ungkap Presiden RI Diagendakan Hadiri KTT ASEAN di Cebu, Filipina

KTT bertema Navigating Our Future Together berlangsung di Cebu pada 7-9 Mei 2026.

Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Filipina Ferdinand Marcos di Istana Malacanang, Manila pada 20 September 2024.
Foto: Kementerian Pertahanan
Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Filipina Ferdinand Marcos di Istana Malacanang, Manila pada 20 September 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI menyampaikan fokus Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN 2026 adalah mengatasi dampak konflik global, terutama konflik di Timur Tengah, terhadap kawasan ASEAN. KTT ke-48 ASEAN bertema "Navigating Our Future Together" akan berlangsung di Cebu, Filipina pada 7-8 Mei 2026.

Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kemenlu RI, Ina H Krisnamurthi mengatakan, RI 1 disiapkan mengikuti tiga forum pemimpin selama di Filipina. Agendanya adalah KTT Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) pada 7 Mei malam, kemudian KTT pleno ASEAN, serta sesi retreat para pemimpin ASEAN pada 8 Mei 2026.

Baca Juga

Meski begitu, ia masih menunggu konfirmasi final kehadiran Prabowo. "Sudah di kalender, sudah diundangkan, sudah dikirim undangannya. Mengenai konfirmasi kehadiran, kami tentunya menunggu pihak Istana untuk menjawab," ujar Ina di Gedung Kemenlu, Pejambon, Jakarta Pusat, akhir April 2026.

Juru Bicara Kemenlu RI Yvonne Wewengkang mengatakan, Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri KTT ASEAN di Cebu, Filipina. Yvonne mengatakan, fokus utama KTT ASEAN 2026 adalah merespons dampak konflik Iran dan AS terhadap ketahanan energi dan pangan di Asia Tenggara.

Sementara itu, Ina melanjutkan, fokus utama KTT ASEAN di Cebu juga menjadi fokus pemerintah Indonesia saat ini. Langkah itu guna memastikan respons kawasan ASEAN berjalan efektif dalam menghadapi dampak yang muncul, terutama di sektor energi.

"Jadi, yang dibahas akhirnya adalah ketahanan energi, ketahanan pangan, stabilitas ekonomi di seluruh kawasan," kata Ina.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement