Laporan Bambang Noroyono dan Thoudy Baday dari Marmaris, Turki
REPUBLIKA.CO.ID, MARMARIS -- Misi pelayaran Sumud Flotilla menembus blokade Gaza belum bisa dipastikan kelanjutannya. Saat ini, 22 kapal-kapal kemanusian yang dibajak tentara zionis saat intersepsi, dibiarkan terombang-ambing di perairan dekat Yunani.
"Satu kapal, Kapal Tamtam, sudah ditemukan oleh kapal yang lain dalam kondisi mesin dan perlengkapan komunikasi yang dirusak. Tetapi sudah berhasil ditarik untuk dibawa ke wilayah perairan Yunani," ujar anggota Steering Committee GSF Maimon Herawati saat ditemui Republika di Marmaris, Turki, semalam.
Adapun 21 kapal yang terkena intersepsi lainnya, kata Maimon juga masih dalam upaya pencarian. Sedangkan 33 kapal Sumud Flotilla lainnya yang tak mengalami penyerangan, kata Maimon, saat ini memilih untuk menghindar keadaan cuaca buruk dengan memasuki perairan Yunani.
"Saat ini kapal-kapal kita yang tidak terkena intersepsi, untuk menghindari badai, berlindung di perairan Yunani," kata Maimon.
Sementara itu, sejumlah partisipan pelayaran susulan, sudah menunggu di Pelabuhan Marmaris, Turki. Termasuk di antaranya para aktivis flotilla dari Turki, pun juga enam relawan dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang akan bergabung dalam misi menembus blokade Gaza.
Pelabuhan Marmaris, memang menjadi titik angkat jangkar serempak terakhir armada Global Sumud Flotilla yang sudah berlayar sejak 12 April lalu, dari Barcelona, Spanyol dan Sisilia, Italia.
Maimon, yang juga merupakan koordinator dewan pengarah GPCI menyampaikan, pascaterjadinya pembajakan, penyerangan, dan penculikan di perairan Yunani, kelanjutan pelayaran menembus blokade Gaza belum dapat dipastikan. Kata dia, sebagian anggota Steering Committee GSF sudah berkumpul di Turki, untuk membahas tentang kelanjutan nasib pelayaran.
"Saat ini, kami masih fokus untuk bagaimana caranya kami dapat membebaskan dua kawan-kawan kami yang belum diketahui keberadaannya (Thiago dan Seif). Juga untuk memastikan teman-teman kami dapat kembali pulang ke negaranya dan berkumpul bersama keluarganya," kata Maimon.
Mengenai kelanjutan misi pelayaran menembus blokade Gaza kali ini, kata Maimon bakal ditentukan setelah para steering committee melakukan analisa untuk mengambil keputusan final.
"Untuk kelanjutan dari misi pelayaran menembus blokade Gaza ini, insya Allah diputuskan setelah kita menganalisa semuanya, mulai dari masalah politik, dan geopolitik, keamanan dan lain-lain untuk kita putuskan bersama-sama seluruh partisipan," ujar Maimon.
Namun mengacu pada rencana awal, rangkaian pelayaran dari Pelabuhan Marmaris, para partisipan akan mengikuti pelatihan pada akhir pekan ini sebelum berlayar bersama dan bergabung dengan armada Sumud Flotilla yang sudah menunggu di perairan Yunani.




