Jumat 01 May 2026 19:44 WIB

Viral Video Biarawati Jadi Korban Serangan Ekstremis di Israel: Didorong, Kepala Terbentur Ubin Batu

Serangan seorang ekstremis Israel terjadi terhadap seorang biarawati asal Prancis.

Seorang pendeta berdiri di depan tembok Gereja di Latrun, Lembah Ayalon, Yerussalaem. Gereja ini menjadi korban serangan ekstrimis pemukim Israel, pada 4 September 2012. Hingga kini, kekerasan ekstremis terhadap baik terhadap umat Muslim dan Kristiani di wilayah pendudukan Israel terus terjadi.
Foto: Press TV
Seorang pendeta berdiri di depan tembok Gereja di Latrun, Lembah Ayalon, Yerussalaem. Gereja ini menjadi korban serangan ekstrimis pemukim Israel, pada 4 September 2012. Hingga kini, kekerasan ekstremis terhadap baik terhadap umat Muslim dan Kristiani di wilayah pendudukan Israel terus terjadi.

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Vikaris, jenderal Patriarkat Latin di Yerusalem pada Jumat (1/5/2026) menyebut serangan seorang ekstremis Israel terhadap seorang biarawati asal Prancis sebagai tindakan yang “sangat serius dan tercela.” Sebelumnya pada Rabu (29/4), seorang pria Israel berusia 36 tahun ditangkap setelah menyerang seorang biarawati di Yerusalem Timur, menurut kepolisian Israel, dalam insiden yang mereka sebut bermotif rasial.

Uskup William Shomali mengatakan kepada Anadolu bahwa ia telah menyaksikan rekaman video kejadian dan menggambarkannya sebagai “menyakitkan, mengkhawatirkan, dan sangat serius.”

Baca Juga

“Biarawati itu secara fisik lemah. Pelaku mendorongnya dengan keras dari belakang, menyebabkan ia terjatuh ke tanah setelah kepalanya membentur ubin batu yang menonjol," ujarnya.

"Ia (pelaku) kemudian kembali dan menginjaknya. Seorang pria muda Israel keturunan Rusia turun tangan dan menarik pelaku menjauh, meskipun identitasnya tidak diketahui,” lanjutnya.

Shomali mengatakan bahwa “cara biarawati itu jatuh dapat menyebabkan kematiannya, terutama karena ia didorong dengan keras dari belakang.”

“Pelaku yang kembali untuk menendangnya setelah ia sudah terluka membuat kejahatan ini semakin berat. Ini adalah tindakan yang sangat tercela,” katanya.

Shomali memperingatkan bahwa “penggunaan kata ‘kematian’ kerap muncul dalam sejumlah slogan yang digunakan oleh kelompok ekstremis Israel.”

Terkait penangkapan pelaku, ia mengatakan bahwa polisi “tidak merespons dengan cepat dalam insiden serupa sebelumnya, tetapi tindakan mereka kali ini patut diapresiasi, dan keadilan menuntut pengakuan atas perhatian serta tindak lanjut tersebut.”

Ia menambahkan bahwa “biarawati yang mengajukan laporan resmi sebelum dipindahkan ke rumah sakit menjadi faktor penting dalam mendorong penanganan kasus,” seraya mencatat bahwa “ketiadaan laporan dalam kasus lain sering kali menyebabkan tidak adanya tindak lanjut.”

Shomali menegaskan “perlunya edukasi ulang bagi mereka yang menganut ideologi rasis,” serta menambahkan bahwa pelaku “akan diadili berdasarkan hukum Israel,” dan bahwa “polisi sendiri menyebut peristiwa tersebut sebagai ‘serangan rasial’ dan menyebut kejahatan itu dengan istilah yang tepat.”

 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

sumber : Antara, Anadolu
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement