Jumat 01 May 2026 17:25 WIB

Inggris Bentuk Pasukan Laut Misterius di Luar NATO untuk Lawan Rusia

Aktivitas militer Rusia di perairan Eropa meningkat hampir sepertiga dalam dua tahun.

Kapan Induk Inggris HMS Queen Elizabeth
Foto: tangkapan layar
Kapan Induk Inggris HMS Queen Elizabeth

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA –– Eropa mulai mempercepat penguatan militernya di tengah meningkatnya ketegangan global, dengan fokus baru pada kekuatan maritim di luar kerangka NATO. Inggris bersama negara-negara Eropa utara mengumumkan pembentukan kekuatan angkatan laut multinasional sebagai respons terhadap meningkatnya aktivitas Rusia di kawasan.

Panglima Angkatan Laut Inggris, Jenderal Gwyn Jenkins, menyatakan bahwa negara-negara anggota Joint Expeditionary Force (JEF) telah menandatangani pernyataan niat untuk membentuk kekuatan maritim baru yang akan melengkapi NATO. Inisiatif ini melibatkan sepuluh negara, termasuk Belanda, negara-negara Nordik, serta negara Baltik.

Baca Juga

Kekuatan ini direncanakan berada di bawah komando London dan ditargetkan siap beroperasi penuh pada 2029. Jenkins menegaskan bahwa pasukan ini tidak hanya akan berlatih bersama, tetapi juga dipersiapkan untuk “bertempur segera jika diperlukan” dengan rencana operasi yang terintegrasi.

Langkah tersebut diambil di tengah klaim Inggris bahwa aktivitas militer Rusia di perairan Eropa meningkat hampir sepertiga dalam dua tahun terakhir. Namun, Moskow membantah tudingan tersebut dan menilai narasi ancaman Rusia sebagai upaya Barat untuk membenarkan peningkatan anggaran pertahanan.

Rusia menegaskan tidak memiliki rencana menyerang negara NATO dan hanya akan merespons jika diserang terlebih dahulu. Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev bahkan memperingatkan bahwa narasi perang yang terus diulang justru berpotensi memicu konflik yang sebenarnya dapat dihindari, sebagaimana diberitakan RT.

Di saat yang sama, dinamika militer global juga dipengaruhi oleh eskalasi di Timur Tengah. Amerika Serikat meningkatkan kehadiran militernya dengan mengerahkan kapal induk tambahan ke kawasan tersebut. Kapal induk USS George H.W. Bush bersama armadanya kini berada di Samudra Hindia, melengkapi dua kapal induk lain yang telah lebih dulu ditempatkan di Laut Arab dan Laut Merah.

Langkah ini membuat jumlah kapal perang AS di kawasan meningkat signifikan, seiring upaya Washington memperkuat posisi strategisnya di tengah konflik dengan Iran. Selain itu, operasi maritim AS juga mencakup pengawasan dan intersepsi kapal-kapal yang terkait dengan Iran di sekitar Selat Hormuz.

 

sumber : Xinhua
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement