Jumat 01 May 2026 19:01 WIB

Sekolah Roboh di Bangkalan, Mendikdasmen Pastikan Revitalisasi SDN Kajuanak 4

SDN Kajuanak 4 merupakan salah satu sekolah yang mengalami kerusakan parah.

Mendikdasmen Abdul Muti.
Foto: ist
Mendikdasmen Abdul Muti.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA –– Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu'ti, meninjau kondisi SDN Kajuanak 4 di Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, yang roboh akibat bencana alam, Jumat.

“Kami datang untuk memastikan kondisi sekolah yang telah mengajukan program revitalisasi,” ujar Mu’ti dalam kunjungannya.

Baca Juga

Kedatangan Mendikdasmen disambut oleh kepala sekolah, para guru, siswa, aparat desa, serta jajaran dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangkalan.

SDN Kajuanak 4 merupakan salah satu sekolah yang mengalami kerusakan parah akibat bencana yang melanda wilayah tersebut pada 2025. Sejumlah fasilitas terdampak, mulai dari ruang kelas, ruang administrasi, hingga unit kesehatan sekolah (UKS).

Akibat kerusakan tersebut, kegiatan belajar mengajar terpaksa dilakukan secara darurat, seperti di bawah tenda dan di teras rumah warga.

Mu’ti menjelaskan, berdasarkan catatan kementerian, sekolah tersebut telah mengajukan program revitalisasi yang mencakup rehabilitasi empat ruang kelas, satu ruang administrasi, pembangunan dua ruang kelas baru, satu paket toilet, serta satu ruang UKS.

Ia menambahkan, proses tersebut saat ini telah memasuki tahap finalisasi dokumen dan dijadwalkan segera ditandatangani pada Mei 2026.

“Tidak lama lagi sekolah ini akan segera direvitalisasi,” kata Mu’ti, yang disambut tepuk tangan para guru, siswa, dan orang tua murid.

Sebagai bentuk komitmen pemerintah, Mu’ti juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan kembali sekolah tersebut.

Kepala SDN Kajuanak 4, Ningsih, menjelaskan bahwa proposal revitalisasi telah diajukan sejak Desember 2025 dan mendapatkan respons positif dari pemerintah.

Ia menuturkan, bangunan sekolah roboh pada 24 November 2025 akibat hujan deras disertai angin kencang. Beruntung, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban karena terjadi di luar jam kegiatan belajar.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement