REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di lingkungan daycare belakangan menjadi perhatian publik. Pasalnya, daycare yang semestinya menjadi tempat aman untuk anak, justru menjadi tempat kekerasan terhadap anak.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, pihaknya telah menggelar rapat tingkat menteri (RTM) terkait kualitas layanan dan tata kelola daycare. Menurut dia, kasus kekerasan yang terjadi di lingkungan daycare tidak boleh terulang.
"Sebagaimana berkali-kali diperintahkan oleh Bapak Presiden bahwa negara harus hadir cepat menjawab permasalahan masyarakat dan meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat, termasuk dalam kasus daycare ini," kata Pratikno di Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang PMK, Jakarta Pusat, Kamis (30/4/2026).
Dia menjelaskan, RTM yang digelar itu tidak hanya untuk merespons kasus kekerasan yang terjadi di lingkungan daycare belakangan ini. Lebih dari itu, kata Pratikno, RTM itu juga digelar untuk memperbaiki tata kelola penjaminan mutu layanan daycare.
Pratikno menyatakan, pihaknya telah mengeksplorasi banyak hal terkait tata kelola layanan daycare yang mesti diperbaiki. Perbaikan itu akan mencakup standarisasi, perizinan, integrasi program, sistem informasi terpadu, dan lain-lain termasuk pengawasan di lapangan, insentif, dan disinsentif.
"Jadi banyak hal yang sudah kita elaborasi, kita perlu segera untuk menindaklanjuti," kata Pratikno. Dalam rapat itu, sejumlah menteri hadir. Di antaranya Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, hingga perwakilan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).