Kamis 30 Apr 2026 17:42 WIB

Cerita Korban Selamat Kebakaran Apartemen Mediterania, Terobos Asap dari Lantai 26

Kapolres: sumber kebakaran Apartemen Mediterania dari panel listrik.

Asap membumbung saat kebakaran melanda salah satu bangunan apartemen di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat, Kamis (30/4/2026). Berdasarkan laporan Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Barat, kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 07.31 WIB. Sebanyak 27 unit pemadam dengan 135 personel dikerahkan secara bertahap ke lokasi, dan sebanyak 82 warga berhasil dievakuasi. Kebakaran tersebut diduga disebabkan oleh korsleting listrik.
Foto: Republika/Prayogi
Asap membumbung saat kebakaran melanda salah satu bangunan apartemen di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat, Kamis (30/4/2026). Berdasarkan laporan Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Barat, kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 07.31 WIB. Sebanyak 27 unit pemadam dengan 135 personel dikerahkan secara bertahap ke lokasi, dan sebanyak 82 warga berhasil dievakuasi. Kebakaran tersebut diduga disebabkan oleh korsleting listrik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seorang wanita penghuni Apartemen Mediterania, Gedung C, lantai 26 bernama Joy (24) mengaku terpaksa menerobos asap yang mengepul di lorong dan jalur akses evakuasi saat kebakaran melanda gedung hunian tersebut, Kamis (30/4/2026) pagi.

Joy bersama adik laki-lakinya yang berusia 18 tahun berusaha menuruni tangga darurat dari lantai 26 di tengah kepulan asap pekat di lorong dan jalur akses evakuasi.

Baca Juga

Saat kebakaran itu terjadi, Joy mengaku sedang bersiap-siap untuk berangkat kerja, tanpa menyadari situasi darurat di bagian basement apartemen yang dihuninya.

"Jujur, aku enggak tahu (alarm bunyi atau tidak), karena aku enggak dengar. Sempat bangun pagi, terus ketiduran lagi karena kepala sakit. Pas bangun tidur, asap belum masuk ke unit, tapi ternyata di luar sudah kejadian," ujar Joy saat ditemui di Apartemen Mediterania, Jakarta Barat, Kamis siang.

Dia menyadari kebakaran itu setelah sang ibu, yang sedang bekerja di kawasan BSD, meneleponnya dan mengabarkan kondisi apartemen yang terbakar. Sontak, Joy langsung bergegas membangunkan adiknya untuk segera keluar.

Perjalanan evakuasi Joy dan adiknya pun tidak mudah, pekatnya asap menghalangi dan mengaburkan pandangan mata.

"Tangga daruratnya itu asap semua, jadi nggak kelihatan apa-apa. Selama dari lantai 26, aku turun terus, itu masih ada asap, meski nggak setebal tangga darurat yang satunya lagi," papar Joy.

Di tengah kepanikan, dia sempat melihat beberapa penghuni lain yang masih berkumpul di area lantai 26 karena bingung mencari jalur evakuasi. Dia kemudian berusaha mengecek unit-unit kamar tetangga sebelum turun.

"Aku sempat ketok-ketok kamar yang lain juga, tapi enggak ada orang, sepertinya sudah pada turun duluan," kata Joy.

Dalam kondisi genting, Joy berusaha tetap tenang saat menuruni tangga. Ia memilih untuk berjalan cepat ketimbang berlari bersama adiknya demi menghindari risiko terjatuh.

"Jalan cepat saja, sih. Kalau lari kan tetap harus ingat keselamatan," tutur Joy.

Setelah menempuh perjalanan panjang dari lantai 26 hingga ke lantai dasar, Joy dan adiknya berhasil keluar dengan selamat. Namun, akibat menghirup asap selama proses evakuasi, ia mengaku sempat mengalami sesak napas.

"Masih agak sesak, tadi sempat kehirup banyak kan dari lantai 26 sampai bawah, tapi sekarang sudah oke, sudah membaik," ungkap Joy dari atas kursi roda dengan kondisi selang oksigen yang masih terpasang.

Pantauan ANTARA di lokasi hingga pukul 14.00 WIB, terdapat 87 orang yang sempat terjebak di dalam gedung yang terbakar itu, namun berhasil dievakuasi oleh petugas, sementara 20 orang lainnya masih berada dalam apartemen tersebut.

photo
Petugas pemadam kebakaran beraktivitas usai kebakaran melanda salah satu bangunan apartemen di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat, Kamis (30/4/2026). Berdasarkan laporan Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Barat, kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 07.31 WIB. Sebanyak 27 unit pemadam dengan 135 personel dikerahkan secara bertahap ke lokasi, dan sebanyak 82 warga berhasil dievakuasi. Kebakaran tersebut diduga disebabkan oleh korsleting listrik. - (Republika/Prayogi)

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement