REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Mantan pesepak bola Jerman keturunan Turki, Mesut Ozil, akhirnya mengungkapkan alasan di balik dirinya hengkang dari klub Arsenal pada 2021 silam. Menurutnya, semua berawal dari ketika dirinya vokal menyoroti isu dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) terhadap Muslim Uighur di Xinjiang, China pada akhir 2019.
Tak lama setelah komentarnya soal Muslim Uighur, menurut Ozil, Arsenal kemudian "menutup puntu" baginya untuk masuk ke dalam tim utama klub London Utara. Bahkan Ozil kala itu sampai harus berlatih secara mandiri hingga akhirnya sepakat memutus kontrak di Stadion Emirates sebelum hengkang ke Fenerbache pada Januari 2021.
Berbicara di acara Konfrensi Tingkat Tinggi Kepemimpinan di Era Kebingungan dikutip oleh Football London, Rabu (19/4/2026), Ozil mengenang situasi sulit di Arsenal sambil mengatakan, "Saya mendengar soal Uighur Turki dan saya melakukan riset. Kemudian, tentunya, sebagai seorang bintang, saya bersuara. Dan, saya juga tahu jika saya mengunggah sesuatu tentang hal ini, saya akan berada dalam masalah. Tapi saya tidak peduli. Saya unggah dan saya bahagia," kata Ozil.
"Jadi tentu, mereka menutup pintu. Mereka tidak membiarkan saya bermain lagi. Saya bisa memahami teman setim saya. Sehingga saat mereka coba menghubungi saya, mereka juga akan berada dalam masalah. Mereka harus menjaga keluarga mereka juga sehingga itu adalah reaksi atas apa yang saya lakukan. Tentu, saya mengalami masa sulit karena anda tahu saya sangat menikmati bermain sepak bola. Mereka mengambil begitu saja dari saya."
Ozil kemudian melanjutkan, "Saya selalu bilang ke anak muda, pada masa muda, menikah dan memiliki anak membuat anda memiliki kekuatan dari hal lainnya. Jadi saya bahagia bahwa saya bisa bersama istri saya bersama saya dan juga anak saya, kerena saat itu adalah masa sulit bagi saya, karena saya dikeluarkan dari squad, saya berlatih sendiri selama delapan bulan."
Pada saat itu, mantan CEO Arsenal Vinai Venkatesham, membantah bahwa klub menjaga jarak dengan Oezil usai sang pemain mengunggah sesuatu terkait Muslim Uighur. "Saya pikir tidak adil untuk bilang bahwa kami mengambil sudut pandang komersial," kata " Venkatesham.
"Posisi kami adalah sebuah pernyataan dibuat oleh pemain adalah dalam kapasitas individual. Tidak ada pendorong komersial di balik itu, itu sangat jelas bahwa Mesut tidak membuat pernyataan mewakili klub, itu adalah pernyataan individual dan itu adalah haknya."
Mesut Ozil menghabiskan delapan tahun karier di Arsenal setelah pindah dari Real Madrid pada 2013 dengan biaya transfer 42,5 juta poundsterling. Ozil kemudian mengumumkan pensiun dari sepak bola pada 2023, setelah cedera menghampirinya pada tahun-tahun terakhir kariernya mengolah si kulit bundar.




