Kamis 30 Apr 2026 13:45 WIB

Rahasia di Balik 306 Fasilitas Komputasi Hijau: Cara China Kuasai 60 Persen Paten AI Dunia

China kini kuasai 60 persen paten AI dunia, Amerika tertinggal?

Rep: Erdy Nasrul/ Red: Erdy Nasrul
ILUSTRASI Menggunakan artificial intelligence atau AI
Foto: pxhere
ILUSTRASI Menggunakan artificial intelligence atau AI

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA –– China memperkuat posisinya sebagai kekuatan utama dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) global. Negara tersebut kini tercatat sebagai pemegang paten AI terbesar di dunia dengan kontribusi mencapai sekitar 60 persen dari total paten global.

Data tersebut terungkap dalam Laporan Pengembangan Digital China 2025 yang dirilis oleh Administrasi Data Nasional China pada forum utama KTT Digital China ke-9 di Provinsi Fujian, Rabu.

Baca Juga

Laporan itu juga menunjukkan bahwa nilai tambah industri ekonomi digital inti China kini telah melampaui 10,5 persen dari produk domestik bruto (PDB). Sementara itu, industri inti AI telah mencapai skala lebih dari 1,2 triliun yuan, atau sekitar 174,9 miliar dolar AS.

Selain itu, indeks pengembangan Digital China tercatat mencapai 170,1 pada 2025, meningkat 12,99 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh percepatan regulasi digital, perluasan infrastruktur AI, serta berkembangnya skenario pemanfaatan data dalam berbagai sektor.

Teknologi digital di China kini semakin terintegrasi dengan berbagai bidang, mulai dari ekonomi, pemerintahan, hingga sektor sosial dan lingkungan. Laporan tersebut mencatat bahwa China telah membangun lebih dari 110.000 kumpulan data berkualitas tinggi yang mencakup sektor kesehatan, industri, dan pendidikan.

Di sisi lain, penguatan infrastruktur juga terlihat dari pembangunan 306 fasilitas komputasi hijau nasional yang mendukung pengembangan teknologi berbasis data secara berkelanjutan.

Wakil Direktur Administrasi Data Nasional China, Yu Ying, menegaskan bahwa teknologi digital akan menjadi pendorong utama transformasi industri ke depan.

“Mesin digital akan memainkan peran yang lebih besar dalam mendorong peningkatan industri,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya bersama Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional China akan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mempercepat pembangunan Digital China serta menciptakan mesin baru bagi pertumbuhan ekonomi berkualitas tinggi.

sumber : Xinhua
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement