Rabu 29 Apr 2026 19:37 WIB

Masih Ada Perlintasan Sebidang tak Terjaga di Jakarta, Rano Karno: Saya Belum Dapat Data Pastinya

Saat ini masih banyak perlintasan kereta yang tidak dijaga, termasuk di Jakarta.

Rep: Bayu Adji Prihammanda/ Red: Mas Alamil Huda
Kondisi perlintasan sebidang di di Jalan Ampera, Bekasi Timur, Selasa (26/4/2026).
Foto: M Noor Alfian Choir/Republika
Kondisi perlintasan sebidang di di Jalan Ampera, Bekasi Timur, Selasa (26/4/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah pusat menyoroti keberadaan perlintasan sebidang, khususnya yang tidak dijaga, usai kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, pada Senin (27/4/2026). Pasalnya, saat ini masih banyak perlintasan kereta yang tidak dijaga, termasuk di Jakarta. 

Berdasarkan data KAI, setidaknya terdapat 423 titik perlintasan sebidang di wilayah Daop 1 Jakarta, yang terbentang dari Banten hingga Cikampek. Dari total perlintasan sebidang itu, sebanyak 130 titik termasuk kategori perlintasan tidak terjaga.

Baca Juga

Wakil Gubernur (Wagub) Jakarta, Rano Karno, mengakui masih ada perlintasan sebidang tak dijaga di ibu kota. Namun, ia mengaku belum bisa memastikan jumlahnya. "Belum, saya belum dapat data berapa banyak pintu yang tidak terjaga," kata dia di Balai Kota Jakarta, Rabu (29/4/2026). 

Meski begitu, ia meyakini jumlah perlintasan sebidang di Jakarta sudah memiliki palang pintu resmi lebih banyak dibandingkan yang tidak resmi. Namun, ia masih harus memastikan terlebih dahulu jumlah perlintasan sebidang yang tidak terjaga di Jakarta.

"Barangkali kalau palang atau pintu itu pasti Jakarta jauh lebih banyak daripada wilayah yang lain, tapi apakah pintu itu ada yang jaga itu memang kita mesti pertanyakan," kata dia. 

Rano menyatakan, pihaknya bakal melakukan evaluasi terkait keberadaan perlintasan sebidang, terutama yang tidak dijaga. Pasalnya, keberadaan perlintasan itu kerap menjadi penyebab kejadian kecelakaan. 

Menurut dia, salah satu upaya yang dilakukan Pemprov Jakarta saat ini adalah melakukan pembangunan flyover di Latumenten, Jakarta Barat. Flyover itu dibangun untuk mengatasi masalah kemacetan yang kerap terjadi di perlintasan sebidang kawasan tersebut.  

"Sebetulnya ada dua flyover yaitu daerah Bintaro, cuma Bintaro kayaknya masih ada permasalahan dengan masyarakat. Sementara yang saya tahu Bintaro ini cukup lama sosialisasinya, tapi Latumenten ini sedang kita lakukan pembangunan. Untuk hal yang lain tentu kita akan melakukan evaluasi, itu pasti," kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement