REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah pusat menyoroti keberadaan perlintasan sebidang kereta api, khususnya yang tidak memiliki palang pintu. Hal itu karena keberadaan perlintasan sebidang itu kerap menyebabkan kecelakaan, termasuk menjadi penyebab kecelakaan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/4/2026) malam WIB.
Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga Provinsi Jakarta, Siti Dinarwenny, mengatakan, pihaknya siap untuk membangun simpang tak sebidang di perlintasan kereta, baik flyover maupun underpass. Menurut dia, saat ini, Dinas Bina Marga sedang membangun Flyover Latumeten di Jakarta Barat yang berada di dekat Stasiun Grogol.
"Flyover itu nantinya akan serupa fungsinya seperti Tapal Kuda di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan yaitu sebagai jalur tak sebidang pada perlintasan kereta api," kata Wenny saat dikonfirmasi Republika di Jakarta, Rabu (29/4/2026).
Dia menerangkan, menambahkan, Flyover Latumeten juga diharapkan dapat mengurai kemacetan yang kerap terjadi di kawasan Grogol. Pasalnya, titik itu kerap menjadi sumber kemacetan di kawasan tersebut.
Wenny menyebutkan, saat ini progres pembangunan Flyover Latumeten saat ini telah mencapai 35 persen. Ditargetkan, pembangunan itu dapat tuntas pada tahun ini. "Hingga 26 April 2026, tercatat progres pembangunan FO Latumeten telah mencapai 35 persen," katanya.
Dinas Bina Marga DKI berharap, dukungan seluruh masyarakat dalam pembangunan Flyover Latumeten. Dengan begitu, pembangunan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan target yang direncanakan.
Wenny menambahkan, pihaknya juga siap untuk melakukan pembangunan simpang tak sebidang di titik perlintasan kereta lainnya. Namun, pihaknya harus berkoordinasi dengan dinas dan instansi terkait terkait titik yang harus diprioritaskan.
"Untuk rencana pembangunan simpang tak sebidang di perlintasan kereta api di lokasi lain, Dinas Bina Marga akan melakukan koordinasi dengan SKPD serta Instansi terkait untuk menentukan titik mana yang perlu dibangun jalur tak sebidang di perlintasan kereta api," ucap Wenny.




