REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengaku bakal melakukan evaluasi pasca insiden kereta di Stasiun Bekasi Timur. Dudy menyebut salah satu yang menjadi perhatian ialah pembangunan jalur rel dwiganda atau double-double track (DDT) Manggarai-Cikarang.
"Oh iya tentunya, sebagai bagian dari evaluasi kami DDT itu, termasuk juga mengenai elektrifikasi, itu sudah merupakan bagian daripada evaluasi kami terhadap layanan kereta api, khususnya KRL," ujar Dudy di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026).
Menteri Perhubungan sebelumnya, Budi Karya Sumadi mengatakan progres pembangunan proyek jalur DDT Paket A tahap I Manggarai - Cikarang secara keseluruhan sudah mencapai 98 persen. Proyek tersebut meliputi pembangunan Stasiun Jatinegara, Matraman, dan Manggarai, sisi barat new track elevated Manggarai – Jatinegara dan Bukit Duri – Cikini.
Budi berharap DDT Manggarai-Jatinegara dapat lebih mempermudah mobilitas masyarakat di wilayah Jabodetabek dengan bertambahnya jumlah kapasitas pergerakan kereta api jalur Bekasi maupun Bogor line.
"Dengan adanya DDT ini pastinya memberi manfaat yang banyak seperti untuk memisahkan perjalanan KA Jarak Jauh / Main Line dengan KRL / Commuter Line, mengurangi keterlambatan perjalanan kereta, meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar dan yang paling penting meningkatkan keselamatan, kenyamanan dan keamanan perjalanan KA," kata Budi pada Maret 2021.
Budi mengatakan, Kemenhub melalui Ditjen Perkeretaapian terus bekerja keras menyelesaikan berbagai proyek prasarana perkeretaapian nasional yang membutuhkan alokasi anggaran yang besar. Mulai dari membangun infrastruktur kereta api seperti rel kereta, gedung-gedung stasiun, sistem persinyalan, pekerjaan sipil (pondasi, jembatan di sekitar jalur rel dan stasiun dan-lain-lain), juga membiayai perawatan jalur KA.
"Saya berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang telah mengalokasikan dalam setahun kurang lebih Rp10-17 triliun untuk proyek di Kereta Api. Untuk pembangunan DDT Manggarai-Cikarang sendiri biayanya mencapai sekitar Rp5 triliun lebih,” kata Budi.
Selain itu, pemerintah juga menyoroti pentingnya pemasangan palang pintu di perlintasan sebidang. Hal ini, kata Dudy, turut menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto saat meninjau korban kecelakaan.
“Iya, tadi Bapak Presiden kebetulan pada saatmelakukan kunjungan di Rumah Sakit Umum Daerah Bekasi yang menengok beberapa korban kecelakaan ini juga menyampaikan concern beliau terhadap palang lintasan sebidang ini, dan insyaallah mungkin ke depannya kita akan segera merealisasikan pemasangan palang pintu di lintasan sebidang,” kata Dudy.




