Selasa 28 Apr 2026 11:50 WIB

Polisi: 10 Jenazah Korban Kecelakaan Kereta Belum Teridentifikasi di RS Polri Kramat Jati

Jumlah korban meninggal dunia dari kecelakaan kereta bertambah.

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Israr Itah
Proses evakuasi korban tabrakan kereta maut. Kereta Rel Listrik (KRL) ditabrak KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.
Foto: Edwin Dwi Putranto/ Republika
Proses evakuasi korban tabrakan kereta maut. Kereta Rel Listrik (KRL) ditabrak KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polda Metro Jaya mengungkap ada sepuluh jenazah korban kecelakaan kereta Bekasi Timur, Jawa Barat yang belum teridentifikasi di RS Polri Kramat Jati. Pihak kepolisian terus berupaya mengidentifikasi para korban.

"Saat ini terdapat 10 orang jenazah korban yang berada di RS Polri Kramat Jati dan masih dalam proses identifikasi karena belum diketahui identitasnya," kata Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Selasa (28/4/2026).

Baca Juga

Budi menyampaikan penanganan cepat dilakukan oleh aparat kepolisian bersama instansi terkait di lokasi kejadian.

"Proses identifikasi terus dilakukan oleh tim gabungan guna memastikan data korban dapat segera diketahui dan disampaikan kepada pihak keluarga," ujar Budi.

Berdasarkan kronologis singkat, Hermanto menyebut musibah bermula saat satu taksi yang hendak lewat mogok tepat di perlintasan rel di sekitar Stasiun Bekasi Timur. Pada saat bersamaan, commuter line dari Cikarang menuju Jakarta melaju dan tidak dapat menghindari tabrakan, sehingga menyebabkan kendaraan tertabrak dan menimbulkan korban.

Kejadian ini menyebabkan commuter line arah Jakarta menuju Cikarang terhenti. Kereta inilah yang kemudian ditabrak dari belakang oleh Kereta Argo Bromo.

"Petugas yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal," ujar Budi.

Budi menyampaikan kepolisian mendukung mendukung proses pemulihan kejadian, mulai dari pengamanan lokasi hingga proses evakuasi korban.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement