Selasa 28 Apr 2026 05:53 WIB

RS Penuh, Korban KRL Bekasi Antre Penanganan Berjam-jam

Nurul sempat hendak memindahkan adiknya ke RS lain, tapi ambulans dipakai semua.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Teguh Firmansyah
Proses evakuasi korban tabrakan kereta maut. Kereta Rel Listrik (KRL) ditabrak KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.
Foto: Edwin Dwi Putranto/ Republika
Proses evakuasi korban tabrakan kereta maut. Kereta Rel Listrik (KRL) ditabrak KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Penanganan korban insiden kereta rel listrik (KRL) di Bekasi Timur sempat tersendat akibat membludaknya jumlah pasien, Senin (27/4/2026) malam hingga Selasa (28/4/2026) dini hari. Sejumlah korban harus menunggu berjam-jam sebelum mendapat tindakan medis.

Nur Afifah Putri (33), yang akrab disapa Nurul, menuturkan adiknya, Sharifah (29) atau Safa, termasuk yang harus menanti lama. Ia mengatakan, Safa baru mendapatkan penanganan setelah lebih dari tiga jam berada di rumah sakit.

Baca Juga

“Masih nunggu, korbannya banyak,” kata Nurul kepada Republika, Selasa (28/4/2026) dini hari.

Safa merupakan warga Tambun Selatan yang sehari-hari bekerja di DKI Jakarta dan rutin menggunakan KRL. Ia menjadi salah satu penumpang yang terdampak dalam insiden tersebut.

Menurut Nurul, kondisi di rumah sakit sangat padat. Ia sempat mencari kemungkinan memindahkan adiknya ke rumah sakit lain, namun hal itu tidak bisa dilakukan karena keterbatasan ambulans.

“Tidak bisa pindah, ambulans penuh, dipakai semua, sampai yang dari kabupaten,” ungkapnya.

Ia juga menggambarkan situasi saat mencari Safa di lokasi kejadian. “Pas aku nyari Safa itu banyak banget, bertumpuk orang, Astaghfirullah,” kata dia.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Berita Lainnya

Rekomendasi