REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT -- Jurnalis Lebanon yang terluka, Zeinab Faraj, menggambarkan detik-detik kematian Amal Khalil yang gugur dalam sebuah serangan Israel.
Melalui sebuah wawancara yang direkam dari tempat tidurnya di rumah sakit, Faraj menangis tersedu-sedu saat menceritakan cobaan dan saat-saat terakhirnya bersama Khalil.
Faraj menuturkan, pada Rabu, ia bersama Khalil sedang berkendara melalui desa al-Tiri di selatan ketika sebuah drone Israel menghantam mobil di depan mereka.
“Tanpa suara sama sekali, sebuah rudal menghantam mobil itu. Amal berteriak dan tiba-tiba menepi ke pinggir jalan. Kami keluar dari mobil dan berlindung di bawah pintu masuk sebuah garasi,” kata Faraj kepada Al-Afdal News Lebanon.
Ia menambahkan bahwa pesawat Israel berputar-putar di atas bersama dengan drone sebelum rudal lain menghantam mobil Khalil. Khalil terluka oleh pecahan peluru, dan saat kendaraan terbakar, punggungnya mulai terbakar ketika melindungi Faraj.
Dia berkata padaku, ‘Zeinab, aku terbakar!’
"Aku meraih jaketnya dan menariknya” kenangnya. “Aku tidak tahan lagi, aku juga mulai terbakar… Aku mendobrak pintu garasi, dan kami mulai merangkak masuk.”
Keduanya kemudian bersembunyi di kamar mandi. Faraj mengatakan beberapa saat kemudian ia tertidur, dengan Khalil di sampingnya.
“Kami berdua kehilangan harapan... Saya terbangun tepat saat sebuah rudal meluncur tepat ke arah kami dan yang saya ingat hanyalah saat terakhir saya melihat Amal – ketika saya menyadari Amal telah tiada,” katanya.
Lihat postingan ini di Instagram




